Cerita Megawati Harus Lockdown Selama 1,5 Tahun karena Covid-19

Oleh Delvira Hutabarat pada 21 Jun 2021, 19:05 WIB
Diperbarui 21 Jun 2021, 19:05 WIB
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
Perbesar
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat menghadiri webinar dengan penerima Kalpataru.(Foto: Dokumentasi PDIP).

Liputan6.com, Jakarta Presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri, mengajak rakyat Indonesia memperkuat gotong royong dan kedisiplinan diri dalam menghadapi ancaman pandemi Covid-19 yang makin meningkat.

Seruan itu disampaikannya saat berpidato di peresmian kompleks rumah adat atau baileo, monumen, dan jalan Ir. Soekarno, di Masohi, Maluku Tengah, secara virtual, Senin (21/6/2021).

Megawati mengaku dirinya mendapat informasi bahwa terjadi kenaikan angka penderita Covid-19 di setidaknya 10 provinsi. Termasuk di Jawa Tengah dan DKI Jakarta. Baginya, itu semua bisa terjadi karena ada kecenderungan warga yang kurang bersedia menegakkan kedisiplinan protokol pencegahan Covid-19.

"Kalau saya tanya, sudah bosan bu. Siapa yang tak bosan? Tapi apakah karena kita bosan maka boleh melanggar aturan, yang sebenarnya juga baik dari sisi kesehatan," kata Megawati.

Dirinya berbicara lewat virtual dari kediaman pribadinya di Jakarta. Megawati mengaku telah menjalani 'lockdown' di rumahnya sendiri.

"Saya sendiri di lockdown oleh anak-anak saya. Tak boleh kemana-mana, sudah 1,5 tahun. Makanya mayoritas saya webinar terus. Saya sebenarnya ingin ke Masohi, tapi bagaimana lagi? Kan demi menjaga kesehatan," kata Megawati.

"Saya umurnya 74,5. Tahun depan 75. Waktu saya Wapres, tim dokter pantau saya terus. Tapi alhamdulillah saya sehat walafiat, mohon doanya," tambahnya.

Megawati mengatakan, berada di rumah sendiri tak menghalangi produktivitas dirinya. Sebagai ketua umum partai, dirinya tak boleh ke kantor partai. Apalagi Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menutup kantor partai demi mengurangi aktivitas.

"Tetap bisa produktif. Saya sudah menjalani 103 webinar kegiatan partai," papar Megawati.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Ajakan Meningkatkan Disiplin

Selain memperkuat disiplin, Megawati juga meminta agar kegotongroyongan dengan menguatkan rasa kemanusiaan. Sehingga ada tindakan nyata berbagi demi meringankan beban saudara-saudara yang membutuhkan.

"Mari bergotong royong mengatasi pandemi dan saling mengingatkan untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan," kata Megawati.

Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan partainya memang terus mencermati perkembangan akibat Covid-19 dimana lonjakan penderita sangat mengkhawatirkan. Partainya mengajak semua warga bergotong royong mengatasi Covid-19 ini.

"Kami menempatkan penanganan Covid-19 sebagai prioritas utama. Covid-19 dan variannya tidak bisa dipandang remeh," kata Hasto.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓