IDAI: Kematian Anak Akibat Covid-19 di Indonesia Tertinggi di Dunia

Oleh Yopi Makdori pada 21 Jun 2021, 10:51 WIB
Diperbarui 21 Jun 2021, 10:54 WIB
FOTO: Pemberlakuan Mikro Lockdown di Kelurahan Sumur Batu
Perbesar
Dua anak berjalan di kawasan Intan Berduri, Sumur Batu, Jakarta, Rabu (9/06/2021). Kelurahan Sumur Batu memberlakukan mikro lockdown di RT 1, RT 2 dan RT di RW 03 setelah 34 warga positif COVID-19. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebut, kematian anak-anak akibat Covid-19 di Indonesia tertinggi di dunia. Ketua Umum IDAI Aman Pulungan menerangkan, tingkat kematian pasien anak di Tanah Air mencapai 3 sampai 5 persen.

"Data IDAI menunjukkan, case fatality rate-nya itu adalah 3-5 persen. Jadi kita ini kematian yang paling banyak di dunia," tegas Aman dalam video yang diunggah kanal Youtube IDAI, dikutip pada Senin (21/6/2021).

Menurut Aman dari sekian banyak anak yang meninggal akibat Covid-19, 50 persennya adalah balita.

"Jadi dari seluruh yang meninggal pada anak itu, 50 persennya balita. Dan sementara kita lihat di DKI saja 144 itu yang balita," ucap dia.

Aman juga mengungkapkan, data konfirmasi kasus positif Covid-19 terhadap anak usia 0-18 tahun di Indonesia juga cukup tinggi. Menurut Aman, angkanya mencapai 12,5 persen.

"Artinya 1 dari 8 kasus konfirmasi itu adalah anak," kata dia.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kegiatan Secara Daring

Untuk itu Aman mengimbau agar seluruh kegiatan yang melibatkan anak usia 0-18 tahun agar dilaksanakan secara daring. Tidak terkecuali kegiatan pendidikan.

"Orang tua atau pengasuh harus mendampingi anaknya saat beraktivitas daring maupun luring. Menghindari membawa anak keluar rumah, kecuali dalam keadaan mendesak," pungkas Aman.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya