Pengungkapan Daerah Zona Zona Hijau Dinilai Tak Efektif, Pemerintah Diminta Fokus Tingkatkan Testing

Oleh Yopi Makdori pada 21 Jun 2021, 08:14 WIB
Diperbarui 21 Jun 2021, 08:14 WIB
Puluhan Warga di Kelurahan Sudimara Barat Tangerang Jalani Tes GeNose C19
Perbesar
Petugas memberikan kantong kepada warga untuk menjalani tes GeNose C19 usai terjaring razia penggunaan masker di Kelurahan Sudimara Barat, Kota Tangerang, Kamis (27/5/2021). Tes tersebut untuk menekan penyebaran corona COVID-19 di wilayah tersebut. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Epidemiolog Eijkman Oxford Clinical Research Unit (EOCRU), Iqbal Elyazar menyesalkan sikap pemerintah yang kerap menggembar-gemborkan capaian zona hijau penyebaran Covid-19 di suatu wilayah.

Iqbal menyatakan, kabar soal zona hijau tak begitu berarti jika tak dibarengi dengan paparan data jumlah testing. 

Menurut Iqbal, selama ini pemerintah masih tertutup soal data tersebut. Hanya DKI Jakarta saja yang transparan mengungkap mengenai jumlah testing Covid-19 per harinya.

"Jadi kita tahu apakah memang zona-zona hijau itu ditetapkan secara valid atau tidak. Sampai saat ini kita gak pernah lihat jumlah tes yang dilakukan per kabupaten/kota itu gak pernah lihat. Hanya satu provinsi, yaitu DKI Jakarta yang membuka data itu," kata Iqbal dalam sebuah diskusi daring, Minggu (20/6/2021).  

Iqbal meminta supaya para pimpinan daerah agar membuka data tersebut. Pasalnya ia melihat data itu begitu penting untuk memantau kondisi sesungguhnya sebaran Covid-19 di suatu daerah.

"Kemudian narasi-narasi zona hijau itu udah gak perlu lagi deh diulang-ulang kalau data ini gak muncul," tekan dia.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Cenderung Buat Masyarakat Abai

Iqbal mengatakan, gembar-gembor soal zona hijau di masyarakat justru kontra produktif dengan penanganan pandemi Covid-19.

Dia memandang narasi itu justru membuat masyarakat cenderung abai terhadap bahaya Covid-19.

"Dengan adanya zona hijau bertambah banyak, zona oranye berkurang, merah berkurang itu orang semakin terbangun persepsi bahwa oh ini situasi Covid sudah terkendali. Banyak pejabat kita juga yang bilang wah covid-19 terkendali, kan heboh yang kemarin ya," ujarnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓