Satpol PP Sebut Banyak Masyarakat Nakal yang Tidak Taat Prokes

Oleh Liputan6.com pada 20 Jun 2021, 22:21 WIB
Diperbarui 20 Jun 2021, 22:21 WIB
Petugas Polda Jatim mengkampayekan prokes di Bangkalan. (Dian Kurniawan/Liputan6.com)
Perbesar
Petugas Polda Jatim mengkampayekan prokes di Bangkalan. (Dian Kurniawan/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) wilayah Jakarta Selatan, Ujang Harmawan mengamini masih banyak kelompok masyarakat mengabaikan penerapan protokol kesehatan. Hal ini seperti yang terjadi di Jalan Barito II, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Satpol PP bersama Polda Metro Jaya membubarkan komunitas sepeda motor yang tengah berkumpul hingga pukul 23.32 WIB.

Kepala Satpol PP Jakarta Selatan, Ujang mengatakan, pembubaran kerumunan sejatinya tidak hanya dilakukan saat kondisi penularan Covid-19 sangat tinggi.

"Kita tidak kurang-kurangnya (membubarkan kerumunan) memang nakal saja," kata Ujang, Minggu (20/6/2021).

Ujang mengatakan, setiap hari Satpol PP tingkat provinsi bersama Polda Metro Jaya, dan Satpol PP wilayah kota bersama Polres Kota secara rutin menyisir tempat-tempat kemungkinan besar adanya kerumunan masyarakat.

Jika tempat usaha tersebut melanggar batas ketentuan jam operasional, Satpol PP atau aparat penegak hukum akan langsung menjatuhkan sanksi berupa denda penutupan usaha sementara selama 3 hari.

"Ya kalau yang masih nakal kita kenakan sanksi penutupan 3 x 24 jam," lugasnya.

 

 

Tak Sadarkan Masyarakat

Ledakan kasus positif Covid-19 di Jakarta tak kunjung menyadarkan beberapa kelompok masyarakat untuk tetap patuh terhadap upaya penularan.

Melalui akun Instagram @satpolpp.dki, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), membubarkan satu tempat yang diisi komunitas sepeda motor. Hal ini terlihat dari beberapa orang mengenakan jaket dengan label nama komunitas motor mereka.

Berdasarkan video yang diunggah, tindakan pembubaran dilakukan pukul 23.32 WIB. Terlihat pula motor-motor dari komunitas tersebut berjajar di trotoar.

"Potong rambut?" tanya petugas sangsi mendengar jawaban seorang pria yang ditanya alasannya masih berkumpul.

Petugas lantas menanyakan domisili satu hingga dua orang dari kelompok tersebut. Dan dijawab berasal dari Tangerang, dan Taman Mini, Jakarta Timur.

Petugas lantas segera membubarkan kelompok itu.

Reporter: Yunita Amalia

Sumber: Merdeka

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓