Vaksin Covid-19 Kembali Tiba, Jokowi Harap Kekebalan Komunal Segera Tercapai

Oleh Muhammad Radityo Priyasmoro pada 20 Jun 2021, 19:06 WIB
Diperbarui 20 Jun 2021, 19:06 WIB
Presiden Jokowi Jalani Vaksinasi COVID-19 Dosis Kedua
Perbesar
Presiden Joko Widodo keluar dari Istana Kepresidenan untuk menjalani vaksinasi COVID-19 dosis kedua, Jakarta, Rabu (27/1/2021). Seperti diketahui, Jokowi telah menerima suntikan vaksin dosis pertama di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu 13 Januari 2021. (Lukas/Biro Pers Sekretariat Presiden)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengakui, lonjakan kasus Covid-19 belum bisa dikendalikan. Dia pun mengajak rakyat Indonesia untuk terus berikhtiar untuk menahan laju penyebaran virus Corona di Tanah Air, salah satunya dengan vaksinasi Covid-19.

"Vaksin-vaksin ini diharapkan akan memperkuat upaya pemerintah dalam mempercepat program vaksinasi nasional sehingga kekebalan komunal bisa segera tercapai," tulis Jokowi seperti dikutip dalam akun Instagram pribadinya @jokowi, Minggu (20/6/2021).

Selain berikhtiar melalui vaksinasi Covid-19, Jokowi juga mendorong ketaatan protokol kesehatan kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Menurut dia, dengan taat protokol kesehatan maka kerja sama seluruh pihak untuk mengendalikan pandemi akan lebih mudah terjadi.

"Masyarakat diharapkan tetap menaati protokol kesehatan (prokes) secara ketat dan disiplin. Tetaplah menghindari kerumunan, menjaga jarak, dan tetap memakai masker," harap Jokowi.

Jokowi pun mengajak kepada rakyatnya untuk terus memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

"Semoga kita selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa dan pandemi ini dapat kita kendalikan," tandas Jokowi.

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

10 Juta Bulk Vaksin Covid-19 Sinovac Kembali Tiba di Indonesia

Vaksinasi Covid-19 Nakes Lansia Tahap Pertama
Perbesar
Petugas medis menunjukkan jarum suntik dan vaksin Covid-19 di Puskesmas Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (9/2/2021). Kementerian Kesehatan memulai vaksinasi Sinovac untuk tenaga kesehatan di atas 60 tahun setelah BPOM mengeluarkan izin penggunaan vaksin untuk lansia. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Seperti diketahui, siang hari ini, Minggu (20/6/2021), pesawat Garuda Indonesia tiba di Bandara Soekarno-Hatta dengan muatan sebanyak 10 juta dosis bahan baku vaksin CoronaVac dari Sinovac.

Dengan tambahan 10 juta dosis vaksin ini, Indonesia telah menerima 104.728.400 dosis vaksin dari Sinovac, AstraZeneca, dan Sinopharm.

"Alhamdulillah hari ini kita kedatangan lagi 10 juta bulk vaksin, artinya sudah sejumlah 91 juta dosis yang sudah tiba di tempat kita untuk diproduksi menjadi vaksin Covid-19," ujar Sekjen Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Oscar Primadi melalui siaran daring, Minggu (20/6/2021).

Kedatangan vaksin itu, menurut Oscar, merupakan upaya pemerintah untuk melindungi masyarakat dari penularan Covid-19.

"Dengan adanya ini kita terus berupaya untuk melakukan distribusi kemudian melakukan program vaksinasi agar berjalan dengan baik dan kita jamin," ucap dia.

Oscar menegaskan, vaksin Sinovac yang didatangkan oleh pihaknya itu merupakan vaksin yang telah teruji secara klinis. Untuk itu ia mengimbau masyarakat tak perlu mengkhawatir keamanan dari vaksin tersebut.

"Vaksin yang disediakan oleh Kementerian Kesehatan ini adalah vaksin yang telah teruji dari aspek keamanan, aspek efikasi maupun dari hal mutunya. Hal ini ditandai dari penerbitan emergency use authorization atau izin edar dari vaksin tersebut," kata Oscar.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Perbandingan Vaksin Covid-19 Sinovac dengan AstraZeneca

Infografis Perbandingan Vaksin Covid-19 Sinovac dengan AstraZeneca. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Perbandingan Vaksin Covid-19 Sinovac dengan AstraZeneca. (Liputan6.com/Trieyasni)
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓