Dalam Sehari, Puluhan Balita di Depok Terpapar Covid-19

Oleh Dicky Agung Prihanto pada 20 Jun 2021, 10:34 WIB
Diperbarui 20 Jun 2021, 10:34 WIB
Ilustrasi gambar SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan Corona COVID-19, diisolasi dari seorang pasien di AS. Diperoleh 27 Februari 2020 milik National Institutes of Health yang diambil dengan mikroskop elektron transmisi.(AFP/National Institutes Of Health)
Perbesar
Ilustrasi gambar SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan Corona COVID-19, diisolasi dari seorang pasien di AS. Diperoleh 27 Februari 2020 milik National Institutes of Health yang diambil dengan mikroskop elektron transmisi.(AFP/National Institutes Of Health)

Liputan6.com, Depok - Tim Satgas COVID-19 Kota Depok masih menemukan kembali ratusan orang terkonfirmasi COVID-19. Ironisnya sebanyak 37 balita terpapar COVID-19 sehingga perlu pencegahan dengan disiplin protokol kesehatan kepada masyarakat.

Juru Bicara Tim Satgas Penanganan COVID-19 Kota Depok, Dadang Wihana mengatakan, Tim Satgas Penanganan COVID-19 Kota Depok mencatat, pada hari ini, Minggu (20/6/2021), terdapat 532 kasus yang telah terkonfirmasi. Jumlah itu meliputi 443 kasus aktif COVID-19, 84 orang sembuh, dan lima orang meninggal dunia.

Namun pada catatannya, kasus yang terjadi saat ini masih ditemukan puluhan balita yang terkonfirmasi COVID-19. "Usia nol sampai lima tahun sebanyak 37 kasus yang terkonfirmasi," ujar Dadang, Minggu (20/6/2021).

Dadang menjelaskan, berkaca pada kasus penularan COVID-19 di Kota Depok dari segi usia, warga yang berusia produktif menunjukan mobilitas penduduk mempengaruhi jumlah kasus di Kota Depok. Berdasarkan pengamatan Tim Satgas COVID-19 Kota Depok, mobilitas warga yang meningkat tidak dibarengi dengan disiplin protokol kesehatan.

Hal itulah yang menjadi penyebab angka penularan COVID-19 di Kota Depok semakin tinggi. "Dari segi usia, orang tua lebih banyak menularkan kepada anak karena aktivitas orang tua di luar yang cukup tinggi," terang Dadang.

Tidak hanya itu, lanjut Dadang, aktivitas remaja di luar rumah masih dibanyak ditemukan yang berkerumun dan mengabaikan protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Hal itulah yang menyebabkan penularan COVID-19 mengalami peningkatan di Kota Depok. Padahal, pemerintah Kota Depok telah membuatkan surat edaran yang berkaitan dengan tata cara warga usai melakukan aktivitas di luar rumah atau pulang kerja.

"Pemerintah Kota Depok sudah membuatkan standar operasional prosedur untuk mencegah penularan di kalangan keluarga bagi warga yang beraktifitas di luar rumah melalui surat edaran," ucap Dadang.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Jumlah Covid-19 dari Usia

Adapun jumlah penularan COVID-19 apabila dilihat dari segi usia, yakni usia 6 sampai 19 tahun dan 30 sampai 39 tahun sebanyak 104 orang. Usia 20 sampai 29 tahun sebanyak 94 orang. Usia 40 sampai 49 tahun sebanyak 82 orang dan usia nol sampai 5 tahun sebanyak 37 orang.

Adapun untuk usia lansia, mulai usia 50 sampai 59 tahun sebanyak 74 orang, 60 sampai 69 tahun sebanyak 33 orang, dan 70 sampai 79 tahun sebanyak empat orang.

"Data tersebut menunjukan usia produktif paling banyak terpapar COVID-19," kata Dadang.

Dadang menuturkan, Pemerintah Kota Depok maupun Satgas Penanganan COVID-19 Kota Depok belum memenukan varian baru COVID-19. Walaupun begitu pihaknya tetap waspada dan melakukan antisipasi dengan upaya yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Depok dengan mengirimkan sampel ke Litbangkes Kemenkes RI.

"Dinkes Kota Depok sudah melakukan pengujuan sampel untuk mencari tahu dan mencegah penularan COVID-19 varian baru dengan menguji sejumlah sampel ke Litbangkes Kemenkes RI," tutup Dadang. 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓