Dinkes Depok Curiga Varian Baru Covid-19 Sudah Masuk ke Wilayahnya

Oleh Dicky Agung Prihanto pada 19 Jun 2021, 10:14 WIB
Diperbarui 19 Jun 2021, 10:17 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita
Perbesar
Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita. (Liputan6.com/Dicky Agung Prihanto)

Liputan6.com, Jakarta - Mutasi Covid-19 yang pertama kali ditemukan di Inggris, India, dan Afrika Selatan menjadi kewaspadaan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok. Sejumlah upaya pun dilakukan untuk mencegah varian baru virus corona itu menyebar di Depok.  

Salah satunya dengan mengirimkan sampel ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita mengatakan, untuk mendeteksi adanya varian baru Covid-19 yang berasal dari tiga negara tersebut, pihaknya telah mengirimkan sampel ke Balitbangkes sejak akhir Mei 2021.

Namun hingga kini, sampel yang dikirimkan Dinkes Kota Depok ke Balitbangkes Kemenkes belum juga mendapatkan hasil.

"Belum diketahui hasilnya, mungkin harus mengantre dengan daerah lain yang juga melakukan pengetesan yang sama," ujar Novarita, Sabtu (19/6/2021).

Novarita menjelaskan, sampel yang dikirim ke Balitbangkes berasal dari warga yang terkena Covid-19. Menurutnya, sampel tersebut merupakan jenis virus yang memiliki tanda-tanda mengarah ke varian baru.

"Terdapat indikasi ke arah mutasi virus Covid-19 yakni penularannya sangat cepat kepada suatu komunitas," terang Novarita.

 

Kecurigaan Dinkes Depok

RSUD Depok Ditetapkan Sebagai Rumah Sakit Khusus Covid-19
Perbesar
Tim medis berjaga di ruang IGD RSUD Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (6/5/2020). Akibat keputusan tersebut pelayanan kesehatan masyarakat di RSUD Depok seperti rawat inap ditiadakan dan dialihkan ke rumah sakit lain, untuk rawat jalan masih beroperasi. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Novarita mengungkapkan, secara garis besar tidak ada perbedaan gejala spesifik pada penderita dengan varian baru Covid-19.

Namun Dinkes Kota Depok perlu mencurigai adanya mutasi Covid-19 apabila hasil PCR positif dengan kriteria di antara seseorang yang sudah divaksin mengalami gejala terinfeksi. Selain itu, orang yang sebelumnya bergejala Covid-19 dan dinyatakan sudah sembuh, kini terinfeksi kembali.

"Kami mencurigai itu, apalagi orang yang sudah sembuh terinfeksi kembali dan seseorang yang datang dari luar negeri," kata Novarita.

Novarita menuturkan, untuk mencegah penularan Covid-19 yang saat ini sedang meninggi di Kota Depok, masyarakat dapat menerapkan protokol kesehatan dan pola hidup sehat.

Menurutnya, menjaga kesehatan tubuh dapat meningkatkan kekebalan tubuh dengan di topang rutin berolahraga.

"Menjaga imun itu penting untuk kekebalan tubuh dan disiplin protokol kesehatan dapat mencegah penularan Covid-19," tutup Novarita. 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓