Pecah Rekor, dalam Sehari Kasus Positif Covid-19 di Depok Tembus 511 Orang

Oleh Dicky Agung Prihanto pada 18 Jun 2021, 20:04 WIB
Diperbarui 18 Jun 2021, 20:04 WIB
Gambar ilustrasi diperoleh pada 27 Februari 2020 dengan izin dari Food and Drug Administration AS menunjukkan Virus Corona COVID-19. (US Food and Drug Administration/AFP)
Perbesar
Gambar ilustrasi diperoleh pada 27 Februari 2020 dengan izin dari Food and Drug Administration AS menunjukkan Virus Corona COVID-19. (US Food and Drug Administration/AFP)

Liputan6.com, Depok - Warga Kota Depok harus waspada terhadap penyebaran dan penularan COVID-19. Musababnya, kasus penularan COVID-19 Kota Depok sedang meningkat. Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Depok mencatat dalam sehari terjadi penularan mencapai 511 kasus.

Juru Bicara Tim Satgas Penanganan COVID-19 Kota Depok, Dadang Wihana mengatakan, kasus penularan COVID-19 hari ini sedang meningkat drastis dibandingkan catatan kasus COVID-19 harian yang dilakukan Tim Satgas Penanganan COVID-19 Kota Depok. Hari ini kasus penularan COVID-19 mencapai 511 orang.

"Memang ini penambahan yang cukup tinggi selama enam bulan terakhir. Sebelumnya kami belum pernah menembus angka 511 kasus dalam satu hari,” ujar Dadang, Jumat (18/6/2021).

Dadang menjelaskan, peningkatan penularan COVID-19 yang terjadi di Kota Depok berdampak terhadap Bed Occupancy Ratio (BOR). Untuk BOR di ICU Kota Depok mencapai 88,18 persen sedangkan ruang isolasi yang ada di Kota Depok mencapai 84,59 persen.

"Tentunya saat ini ada keluhan dari warga terkait dengan keluhan pelayanan dari rumah sakit karena memang BOR rumah sakit saat ini sedang meningkat," terang Dadang.

Dadang mengungkapkan, Pemerintah Kota Depok bersama sejumlah rumah sakit sedang berikhtiar menambah beberapa bed di rumah sakit. Dirinya berharap sejumlah rumah sakit dapat menambah bed untuk menurunkan BOR yang saat ini sedang tinggi di Kota Depok.

"Mudah-mudahan ada penambahan bed dalam rangka merespons yang membutuhkan ruang perawatan di rumah sakit," ucap Dadang.

 

BOR Capai 96 Persen

Dadang menuturkan, untuk pasien Orang Tanpa Gangguan (OTG) yang sedang menjalani isolasi mandiri di wisma Makara dan PSJ Universitas Indonesia, kondisinya tidak jauh berbeda dalam hal BOR. Untuk kedua wisma tersebut untuk angka BOR telah mencapai 96,69 persen dan ini menjadi perhatian pihaknya dan masyarakat harus meningkatkan disiplin protokol kesehatan.

"Saat ini bagi yang belum terakomodasi tentunya menunggu yang keluar, waiting listnya itu segera dikirim ke wisma Makara dan PSJ UI," ucap Dadang.

Selain itu, lanjut Dadang, untuk di level bawah khususnya Puskesmas, berusaha melakukan pengawasan terhadap perkembangan kasus di wilayahnya. Puskesmas akan memonitoring warga yang melakukan isolasi mandiri di rumah. Apabila warga yang melakukan isolasi mandiri di rumah dalam kondisi buruk, Puskesmas akan mengakses rumah sakit di Kota Depok maupun luar Kota Depok.

"Apabila Kota Depok penuh kami akan berkoordinasi dengan rumah sakit yang ada terutama di Jakarta, ini yang kita lakukan saat ini," kata Dadang.

Sebagai informasi berdasarkan pada data COVID-19 Pemerintah Kota Depok, jumlah kasus terkonfirmasi sebanyak 53.512 kasus, pasien aktif 3.232 orang, sembuh 49.171 orang dan meninggal 1.000 orang. Pada Kamis (17/6/2021), kasus terkonfirmasi sebanyak 53.001 orang, pasien aktif 2.837 orang, sembuh 49.171 orang, dan meninggal 993 orang.

Berdasarkan data tersebut, pada hari ini telah terjadi penambahan kasus sebanyak 511 orang, pasien aktif 395 orang, sembuh 109, dan meninggal bertambah 7 orang. (Dicky Agung Prihanto)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓