Pangdam dan Kapolda Evaluasi Penanganan Covid-19 di DKI Jakarta

Oleh Ady Anugrahadi pada 18 Jun 2021, 14:54 WIB
Diperbarui 18 Jun 2021, 14:54 WIB
FOTO: Zona Merah COVID-19 di Jakarta Melonjak Jadi 82 RW
Perbesar
Warga berjualan di depan mural "Lawan COVID-19" di kawasan zona merah COVID-19 RW 01 Kelurahan Bungur, Jakarta, Rabu (10/2/2021). Pemprov DKI Jakarta mencatat wilayah zona merah COVID-19 melonjak jadi 82 rukun warga (RW). (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya menggelar rapat koordinasi penanganan Covid-19, Jumat (18/6/2021). Salah satu materi yang dibicarakan terkait data penyebaran Covid-19.

"Kami melaksanakan evaluasi pelaksanaan kegiatan yang sudah kita laksanakan. Ada target yang harus dicapai yaitu herd immunity, dan PPKM ini kita evaluasi terus," kata Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji di Polda Metro Jaya.

Mulyo menerangkan, TNI dan Polri akan menyinkronkan data dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait konfirmasi positif Covid-19 dan hasil penelusuran kontak erat agar menemukan strategi yang tepat dalam mengendalikan Covid-19 di DKI Jakarta.

"Kami melaksanakan diskusi penguatan data mencari, mengevaluasi dari TNI-Polri yang nanti siang ini kita bawa ke pemda untuk kita cocokkan apakah data-data tadi valid dan kita akan menggunakan langkah yang terukur untuk menyelesaikannya," ujar dia.

 

Saling Bersinergi

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus menambahkan, untuk mengatasi Covid-19 dibutuhkan sinergi antarpemangku kebijakan.

"Jadi bukan bergerak masing-masing, tapi bagaimana merumuskan menyamakan data yang ada. Contoh saja data yang sudah divaksinasi, kita ingin samakan untuk bagaimana kita mencapai percepatan target untuk vaksinasi sesuai target yang diberikan oleh pemerintah kepada DKI Jakarta," ujar dia.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓