Menhan Prabowo Berharap Produk Hasil Konferensi Sishankamrata Jadi UU

Oleh Yopi Makdori pada 18 Jun 2021, 13:46 WIB
Diperbarui 18 Jun 2021, 13:47 WIB
Prabowo Subianto
Perbesar
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memeriksa barisan pasukan kehormatan saat upacara penyambutan di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (24/10/2019). Prabowo disambut upacara militer sebelum serah-terima jabatan (sertijab) Menteri Pertahanan dari Ryamizard Ryacudu. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto berharap agar dokumen hasil Konferensi Nasional Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) Abad ke-21 dapat dijadikan sebagai produk undang-undang (UU).

Hal itu disampaikan Prabowo dalam acara Penutupan Konferensi Nasional Sishankamrata Abad ke-21 yang digelar Universitas Pertahanan (Unhan), Jumat (18/6/2021).

"Bahwa setelah produk strategis ini dipelajari oleh Menko Polhukam dan kalangan Wakil Presiden beserta juga kalangan staf kepresidenan, mungkin juga menteri-menteri terkait, disarankan bahwa produk ini dapat diolah menjadi undang-undang bagi negara kita," ujar Prabowo.

Prabowo juga mengharapkan agar hasil dari konferensi itu dapat dijadikan pegangan oleh semua instansi kenegaraan.

Prabowo mengatakan, selama ini produk soal Sishankamrata masih begitu terbatas. Bahkan tak jarang justru produk itu warisan dari abad ke-20.

"Produk-produk tersebut adalah produk dari tahun 60-an dan tahun 70-an. Dapat dikatakan sudah 50 tahun lebih usianya," ujar Prabowo.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Sesuaikan dengan Perkembangan Terkini

Untuk itu, menurut Prabowo perlu pemutakhiran produk serupa agar dapat menyesuaikan perkembangan di era kekinian.

"Perlu dilakukan aktualisasi, disesuaikan dengan abad ke-21, dengan keadaan yang kita hadapi sekarang dan dasawarsa-dasawarsa yang akan datang," pungkas Pimpinan Partai Gerindra itu.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓