Moeldoko Tegaskan Kekerasan di Poso Bukan Persoalan Agama

Oleh Lizsa Egeham pada 18 Jun 2021, 02:17 WIB
Diperbarui 18 Jun 2021, 02:17 WIB
Wawancara Kepala Staf Presiden Moeldoko Dengan KLY
Perbesar
Kepala Staf Presiden Moeldoko saat wawancara dengan KLY di Jakarta, Rabu (16/1). Dalam wawancara tersebut Moeldoko memaparkan kinerja kerja pemerintahan Jokowi-JK hingga saat ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menegaskan bahwa konflik yang terjadi di Poso, Sulawesi Tengah bukanlah persoalan agama. Untuk itu, dia meminta semua masyarakat tidak terprovokasi dengan kejadian di Poso.

Hal tersebut disampaikan Moeldoko saat bertemu Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah di Gedung Bina Graha Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu 16 Juni 2021.

"Masyarakat jangan mudah terprovokasi. Apa yang terjadi di Poso bukan persoalan agama," tegas Moeldoko dikutip dari siaran persnya, Kamis (17/6/2021).

Dia pun meminta FKUB terus memberikan perhatian untuk memperkuat soliditas antar tokoh beragama sehingga forum ini menjadi efektif. Selain itu, sosialisasi ke masyarakat harus masif dilakukan agar tidak mudah terprovokasi.

"Karena tidak ada satu agama pun yang membenarkan pembunuhan maupun kekerasan," jelasnya.

Adapun kedatangan FKUB terkait situasi keamanan di Poso beberapa bulan lalu. Saat itu, sempat menjadi perhatian karena adanya beberapa peristiwa kekerasan dan pembunuhan warga oleh kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

Selain peristiwa di Lore Timur, pada 2020 lalu juga ada peristiwa serupa yang menimpa warga Desa Lembangtongoa, Kabupaten Sigi. Peristiwa-peristiwa itu pun kini sudah ditangani pihak TNI dan Polri yang akan mengusut dan memburu para pelaku kriminal tersebut.

Ketua FKUB Sulawesi Tengah KH Zainal Abidin menyampaikan saat ini kondisi di Poso sudah aman dan terkendali. Menurut dia, masyarakat sudah menyadari bahwa konflik tersebut karena kelompok kriminal mencoba mencari perhatian.

"Kekerasan yang dilakukan kelompok MIT. sebenarnya intensitasnya sudah sangat kecil. Namun kelompok ini melakukan dengan cara sadis dan kejam mencoba menarik perhatian dunia," tutur Zainal.

 

Teror Teroris MIT

Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud Md membeberkan tiga aksi terakhir yang dilakukan kelompok teroris MIT pimpinan Ali Kalora. Pertama, pada 1 Maret 2021, kontak tembak antara aparat keamanan dan kelompok teroris MIT di Desa Maros, Kecamatan Pesisir, Poso yang mengakibatkan dua teroris tewas.

Kedua, pada 3 Maret 2021 kontak tembak antara aparat keamanan dan kelompok teroris MIT kembali terjadi dan mengakibatkan 1 personel Brimob gugur.Ketiga pada 11 Mei 2021, kelompok teroris MIT membunuh secara sadis 4 petani di Desa Kalimago, Kecamatan Lore Timur, Poso.

Mahfud menyatakan pemerintah akan terus mengawal dan mencermati kondisi keamanan di Poso. Dia juga telah memerintahkan aparat untuk meningkatkan pengamanan dan mengejar para pelaku teror di Poso.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait