Risma Gandeng BUMN hingga Pelaku Usaha untuk Bantu Penanganan Bencana

Oleh Liputan6.com pada 18 Jun 2021, 03:18 WIB
Diperbarui 18 Jun 2021, 03:18 WIB
Top 3: Ini yang Buat PBB Membanjiri Risma dengan Pujian
Perbesar
Wali Kota Tri Rismaharini berbagi pengalaman menata Kota Surabaya kepada delegasi Konferensi Permukiman di Perkotaan antar-Negara PBB.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan pihaknya bekerja sama dengan BUMN, LSM/NGO, partai politik, pilar-pilar sosial, serta Kementerian dan Lembaga dalam penanganan bencana. Dia mengakui pihaknya memiliki keterbatasan dan membutuhkan berbagai pihak untuk membantu dalam penanganan tersebut.

"Kami menggandeng media nasional, perusahaan multinasional, platform penggalangan dana digital, serta berbagai komunitas hobi ternama," kata Mensos di Jakarta dalam keterangan pers, Kamis (17/6/2021).

Sementara itu untuk korban bencana anak-anak, pihaknya juga memberikan layanan trauma healing. Salah satunya dengan membangun perpustakaan yang dilengkapi fasilitas perpustakaan dan free wifi di Nusa Tenggara Timur.

Dia mengatakan fasilitas free wifi tersebut, merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Sosial dengan PT Telkom dan donasi dari para pelanggan IndiHome.

"Dengan adanya free wifi di perpustakaan menjadikan anak-anak bisa tetap belajar dengan nyaman," ungkapnya.

Kemudian pada perpustakaan kata Risma juga dilengkapi buku-buku bacaan yang bermanfaat tidak hanya mendukung pelajaran di sekolah, tetapi bisa untuk menambah ilmu pengetahuan.

"Pengadaan buku-buku di perpustakaan dengan menggandeng Kompas yang masih diinventarisir kebutuhan apa lagi yang bisa disumbangkan," tutur Mensos.

Latih Personel

Mengingat Indonesia berada di kepulauan yang dikelilingi laut dan sungai, menjadi kebutuhan untuk memiliki para personel yang bisa memberikan pertolongan di air. Dia juga mengimbau jangan sampai bermaksud memberikan pertolongan bagi para korban bencana, tapi malah personel menjadi korban, karena tidak bisa berenang.

"Agar memiliki kemampuan itu, personel bakal dilatih khusus dengan instruktur dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)," pungkas Mensos. 

Reporter : Intan Umbari Prihatin

Sumber: Merdeka

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓