Polri Sita Buku Jihad dan Ilmu Racik Bom dari Terduga Teroris Bogor

Oleh Nanda Perdana Putra pada 17 Jun 2021, 20:22 WIB
Diperbarui 17 Jun 2021, 20:22 WIB
Densus 88 Antiteror Mabes Polri menggelar olah TKP di rumah terduga teroris E di Cibinong, Bogor, Sabtu (18/5/2019).
Perbesar
Ilustrasi - Densus 88 Antiteror Mabes Polri menggelar olah TKP di rumah terduga teroris E di Cibinong, Bogor, Sabtu (18/5/2019). (LIputan6.com/ Achmad Sudarno)

Liputan6.com, Jakarta - Tim Densus 88 Antiteror Polri menangkap seorang terduga teroris berinisial KDW alias AA di Bogor, Jawa Barat.

Selain mengamankan bahan baku pembuatan bom, penyidik juga menyita buku terkait ajaran jihad dan ilmu penggunaan bahan kimia untuk peledak dari penangkapan terduga teroris ini.

"Barbuk banyak sekali diamankan, selain buku ajaran jihad juga buku-buku bagaimana racikan bahan kimia dijadikan bahan peledak sebagai alat untuk ledakan. Beberapa buku lain tentang penyimpangan-penyimpangan dari sesuatu ajaran," tutur Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (17/6/2021).

Menurut Ahmad, KDW alias AA juga aktif di sosial media. Bahkan dia juga mengajarkan cara meracik bahan kimia untuk dijadikan sebagai alat peledak.

"Yang bersangkutan juga sebagai admin di salah satu platform medsos yang sebarkan konten-konten daulah, juga berikan mengajarkan tata cara membuat atau menggunakan bahan peledak," jelas Ahmad.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Peran Tersangka

Polisi Tangkap Terduga Teroris
Perbesar
Polisi bersenjata lengkap mengawal sejumlah terduga teroris untuk dihadirkan dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (17/5/2019). Sepanjang bulan Mei 2019, tim Densus 88 Antiteror telah menangkap sebanyak 29 terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sebelumnya, Tim Densus 88 Antiteror Polri menangkap seorang terduga teroris di kawasan Bogor, Jawa Barat. Petugas mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya bahan baku pembuatan bom.

"Peran tersangka KDW ini yang mempersiapkan bahan-bahan kimia yang akan digunakan sebagai bahan baku pembuat bom," tutur Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (15/6/2021). 

Adapun bahan kimia yang diamankan seperti dekstran, magnesium sulfate, sodium borat, HCL, juga belerang. KDW juga diketahui sering menyebarkan konten daulah di berbagai akun sosial media pribadinya.

"Kemudian juga KDW ini menjadi admin salah satu WA group yang tentunya WA Grup terdiri dari kelompok KDW ini, yang senantiasa diskusikan jihad dan daulah," kata Rusdi.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓