Satgas: Kasus Covid-19 Nasional Naik 38,3 Persen dalam Sepekan

Oleh Liputan6.com pada 17 Jun 2021, 19:22 WIB
Diperbarui 17 Jun 2021, 19:22 WIB
FOTO: Varian Baru COVID-19 Ditemukan di Indonesia
Perbesar
Aktivitas petugas di Rumah Karantina COVID-19 Hotel Yasmin, Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (17/6/2021). Variant of concern (VOC) diyakini menular lebih cepat hingga memperberat gejala COVID-19. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito mengatakan kasus Covid-19 nasional mengalami kenaikan sebesar 38,3 persen pada periode tanggal 7 hingga 13 Juni 2021.

"Ini merupakan peningkatan yang cukup signifikan," katanya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube BNPB Indonesia, Kamis (17/6/2021).

Wiku menyebut ada lima provinsi yang mengontribusi kasus Covid-19 tertinggi pada periode tersebut. Yakni, DKI Jakarta sebesar 7.132 kasus, Jawa Tengah 4.426 kasus, Jawa Barat 2.050 kasus, DI Yogyakarta 973 kasus dan Jawa Timur 939 kasus.

Pada periode yang sama, kasus kematian Covid-19 nasional mengalami peningkatan sebesar 4,9 persen.

"Angka ini meskipun kecil namun tidak dapat ditolerir karena seharusnya angka kematian dapat terus ditekan setiap minggunya," ujar Mantan Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia (UI) ini.

 

5 Provinsi Sumbang Kasus Kematian Terbanyak

Pemindahan Pasien Terinfeksi COVID-19
Perbesar
Petugas membawa pasien terindikasi terinfeksi COVID-19 dari ruang rawat Gedung Anton Soedjarwo Rumah Sakit Bhayangkara RS Sukanto menuju ruang rawat khusus COVID-19, Jakarta, Rabu (13/1/2021). Kasus Covid-19 sudah ditemukan di 34 Provinsi di Indonesia. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Tercatat lima provinsi menyumbang kasus kematian Covid-19 tertinggi. Yaitu, Jawa Timur 43 kematian, Sumatera Barat 24 kematian, Aceh 24 kematian, DI Yogyakarta 13 kematian dan Sumatera Utara 12 kematian.

Sejalan dengan peningkatan kasus positif dan kematian, kasus sembuh dari Covid-19 justru menurun. Bahkan, penurunannya mencapai 6,9 persen.   

"Hal ini merupakan perkembangan yang sangat tidak diharapkan di mana ketika kasus meningkat seharusnya selalu dibarengi dengan meningkatnya pula kesembuhan," tandasnya.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓