Ledakan Kasus Covid-19, Pesantren di Kudus Disulap Jadi Ruang Isolasi Pasien Positif

Oleh Muhammad Radityo Priyasmoro pada 17 Jun 2021, 14:48 WIB
Diperbarui 17 Jun 2021, 14:48 WIB
Salah satu bangunan di Pondok Pesantren Nashrul Ummah di Desa Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah sebagai tempat isolasi bagi pasien Covid-19. (Istimewa)
Perbesar
Salah satu bangunan di Pondok Pesantren Nashrul Ummah di Desa Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah sebagai tempat isolasi bagi pasien Covid-19. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Anggota DPR RI Dapil Jateng II Nusron Wahid menjadikan salah satu bangunan di Pondok Pesantren Nashrul Ummah di Desa Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah sebagai tempat isolasi bagi pasien Covid-19. 

Langkah itu dilakukan sebagai alternatif ketersiadaan kamar di rumah sakit menyusut lonjakan kasus Covid-19 di wiayah Kudus dan sekitarnya yang jumlahnya terus melesat. 

"Karena persebaran tinggi. Rumah sakit enggak muat lagi. Banyak yang kena covid isolasi di rumah, eh malah nulari keluarga yang lain di rumah. Ini bahaya. Perlu terobosan," kata Nusron dalam peluncuran Shelter dan RS Darurat Pesantren Covid seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, Kamis (17/6/2021).

Nusron mengungkapkan, secara fisik bangunan pesantren tersebut layak untuk hunian isolasi penderita Covid-19.

"Kita akan ajak pesantren-pesantren lain yang mau untuk sementara dijadikan shelter dan rumah sakit darurat," ujar Nusron.

Nusron mengaku, dirinya tidak bisa sendiri. Dia minta tim asistensi dari BUMN Indonesia Health Care, perusahaan plat merah yang mengelola rumah sakit.

"Mereka sudah pengalaman karena mengelola 72 RS BUMN. RS Pertamedika, Pelni dan RS top lainnya. Saya terima kasih dan syukur Alhamdulillah Bu Fathimah (Dirut IHC) mau menurunkan tim untuk supervisi," beber mantan Ketua Umum GP Ansor ini.

Nusron merinci, saat ini shelter dan RS darurat tersebut sedang tahap pembenahan fisik supaya nyaman. Beberapa fasilitas seperti tempat tidur yang layak sudah didatangkan. 

"Sekarang perbaikan kamar tidur, kamar mandi, AC, shower agar bagus dan bersih. Pokonya tidak kalah dengan RS portable," yakin Nusron.

 

Bagian dari Ikhtiar

Nusron percaya, langkah yang dilakukannya adalah bagiaan dari ikhtiar. Sebab dia meyakini, tidak ada yang tahu kapan pandemi berakhir.

"Pokoknya kalau ada yang gejala ringan agar tidak menular bisa masuk ke shelter dan RS darurat ini," kata politikus Partai Golkar ini.

Sebagai informasi, pesantren yang telah disulap menjadi lokasi isolasi Covid-19 mampu menampung maksimal 100 orang. Untuk kegiatan operasional sehari-hari, Nusron meminta bantuan dari RS rujukan yang sudah mapan.

Selain itu, sejumlah relawan juga tengah dipanggil baik tenaga nakes maupun non nakes dadi mahasiswa STIKES terdejat dan alumni STIKES yang belum jadi perawat.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓