Kasus Covid-19 Meningkat, DKI Belum Putuskan Pembelajaran Tatap Muka Juli 2021

Oleh Ika Defianti pada 17 Jun 2021, 06:31 WIB
Diperbarui 17 Jun 2021, 07:58 WIB
wagub
Perbesar
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. (Ist)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan pihaknya belum memutuskan untuk menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) pada Juli 2021.

Dia mengatakan saat ini DKI Jakarta masih dalam tahap uji coba PTM.

"PTM sekarang masih uji coba, jadi teman-teman akan lihat apakah dimungkinkan tatap muka untuk sekolah atau tidak. Sementara kami terus melakukan uji coba dan akan dievaluasi terus," kata Riza di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (16/6/2021).

Menurut dia, saat ini kesehatan menjadi hal utama. Sebab beberapa hari terakhir terjadi peningkatan kasus Covid-19 di Ibu Kota.

"Jadi pilihannya pendidikan sama kesehatan, tentu dua-duanya harus kami capai, tapi mana yang harus diutamakan," ucapnya.

Kendati begitu, Riza mengaku mengapresiasi upaya pemerintah pusat untuk memungkinkan pelaksanaan PTM saat ajaran baru sekolah. 

"Tentu kami menginginkan anak-anak segera kembali ke sekolah untuk mendapatkan pelajaran yang baik seperti sebelumnya. Jadi, akan kami lihat (penambahan kasus) sampai bulan Juli, karena masih ada waktu ya," jelas dia.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kukuh Membuka Sekolah

Sebelumnya, Mendikbud Ristek Nadiem Makarim kukuh akan membuka sekolah tatap muka terbatas pada tahun ajaran baru, Juli 2021 mendatang. Penerapan kebijakan ini menjadi harga mati kendati tren kasus covid-19 saat ini melonjak usai libur lebaran.

Dia beralasan masa depan Indonesia sangat bergantung pada sumber daya manusia.

"Tidak ada tawar-menawar untuk pendidikan, terlepas dari situasi yang kita hadapi," tegas Nadiem dalam acara yang disiarkan YouTube Kemendikbud RI, Rabu 2 Juni 2021 lalu.

Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin sebelumnya mengungkapkan, kegiatan sekolah tatap muka yang rencananya digelar Juli 2021 harus memiliki daya tampung 25 persen siswa. Jumlah itu menurun dari penetapan sebelumnya yang berkapasitas 50 persen.

"Bapak Presiden meminta pendidikan tatap muka harus dijalankan dengan ekstra hati-hati. Tatap muka terbatas pertama hanya maksimal 25 persen murid. Tidak boleh lebih dari dua hari seminggu," kata Budi dalam keterangan pers secara virtual, Senin 7 Juni 2021.

Selain dua hari seminggu, dia juga menuturkan sekolah tatap muka hanya maksimal dua jam. Kemudian yang tak kalah penting, lanjut Budi, para pendidik juga harus sudah mendapatkan vaksinasi covid-19.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓