DKI Didorong Terapkan PSBB Ketat Imbas Covid-19 Melonjak, Ini Respons Pemprov

Oleh Ika Defianti pada 16 Jun 2021, 10:34 WIB
Diperbarui 16 Jun 2021, 13:04 WIB
Graha Wisata Ragunan Difungsikan Kembali Untuk Rawat Pasien OTG Covid-19
Perbesar
Pasien covid-19 beraktivitas di halaman Graha Wisata Ragunan, Kebagusan, Jakarta Selatan, Selasa (15/6/2021). Pemprov DKI memfungsikan kembali Graha Wisata Ragunan sebagai tempat isolasi warga terpapar COVID-19 kategori OTG sejak pekan lalu dan saat ini merawat 117 pasien. (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria angkat bicara mengenai dorongan sejumlah pihak untuk pelaksanaan kembali PSBB di Ibu Kota. Ia menyatakan saat ini Pemprov DKI telah memberlakukan PPKM mikro hingga 28 Juni 2021.

"Sudah diputuskan PPKM dua minggu ke depan seperti sebelumnya. Namun demikian, kita akan meningkatkan penegakan hukum dan meningkatkan disiplin seperti yang diperintahkan tadi oleh Presiden, Pak Jokowi," kata Riza di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (15/6/2021).

Politikus Gerindra itu menyatakan bila Presiden Jokowi memberikan tiga arahan untuk menekan penyebaran Covid-19 di Jakarta. Salah satunya adalah Jokowi meminta agar DKI Jakarta lebih meningkatan pengetatan protokol kesehatan.

"Pesan Pak Presiden implementasi di lapangan ditambahkan, dikuatkan seperti dulu ada penjagaan, pengetatan," ucap dia.

Lalu, adanya peningkatan penggunaan masker di masyarakat saat pandemi Covid-19. Kemudian mengenai percepatan proses vaksinasi Covid-19.

"Ketiga pesan Bapak Presiden agar segera mempercepat program vaksinasi di Jakarta, ditargetkan akhir Agustus sampai 7,5 juta," ujar Riza.

Kendati begitu, dia mengaku pihaknya akan mempertimbangkan berbagai masukan terkait penanganan pandemi Covid-19. Seperti halnya untuk pelaksanaan PSBB.

Selain itu, Riza juga meminta agar masyarakat terus meningkatkan pendisiplinan protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

"Jauh yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat bisa melaksanakan protokol kesehatan," jelas dia.

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:


RSD Wisma Atlet Diserbu Pasien

Sebelumnya, pasien Covid-19 di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet mengalami peningkatan drastis. Peningkatan ini bahkan membuat pasien harus mengantre dengan duduk di lantai karena bangku yang sediakan tidak dapat menampung.

Menyikapi kondisi tersebut, Koordinator Humas dan Komandan Lapangan RSD Wisma Atlet Letnan Kolonel Laut M Arifin meminta agar Pemerintah Daerah, khususnya DKI Jakarta, kembali memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Saran saya PSBB perketat dulu, seminggu, dua minggu ini sampai nanti landai, biar kita bisa fokus menangani pasien dengan baik. Kalau sudah landai silakan mau dibuka lagi,” ujar Arifin saat dihubungi, Selasa (15/6/2021).

Diketahui, akibat kenaikan kasus tersebut, pasien Covid-19 juga terus berdatangan ke Wisma Atlet Kemayoran. Sepekan terakhir, menurut Arifin, pertambahan kasus Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran setiap harinya di atas 300 orang.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya