Top 3 News: Saat RSD Wisma Atlet Sempat Setop Terima Pasien Covid-19

Oleh Maria FloraIka Defianti pada 16 Jun 2021, 08:57 WIB
Diperbarui 16 Jun 2021, 09:28 WIB
Pasien COVID-19 di RSD Wisma Atlet Melonjak
Perbesar
Tenaga kesehatan mengantarkan pasien Covid-19 ke RSD Wisma Atlet, Jakarta (30/5/2021). Berdasarkan data Penerangan Kogabwilhan mencatat hingga hari ini jumlah pasien rawat inap di Tower 4, 5, 6, dan 7 mencapai 2.013 orang atau 33 persen dari kapasitas tempat tidur. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta Kondisi kamar isolasi bagi pasien Covid-19 yang hampir penuh sempat membuat pihak Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat menyetop menerima pasien hingga Selasa siang, 15 Juni kemarin.

Menurut laporan Koordinator Humas dan Komandan Lapangan RSD Wisma Atlet Letnan Kolonel Laut M Arifin, pada Senin, 14 Juni 2021, jumlah pasien Covid-19 yang akan melakukan isolasi di Wisma Atlet berada di angka 600 orang.

Kondisi tersebut bahkan menyebabkan ketersediaan kamar perawatan nyaris penuh. Berita ini menjadi terpopuler pertama di top 3 news, Selasa, 15 Juni 2021.

Berita terpopuler kedua masih terkait gelombang pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet. Lonjakan pasien Covid-19 disebut Gubernur Anies Baswedan sebagai imbas pascalibur Lebaran lalu. 

Kondisi tersebut tak hanya terjadi di Jakarta, namun di sejumlah wilayah di Tanah Air. Sebut saja Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Kabupaten Kudus. 

Menyikapai hal ini, Anies kembali menyerukan untuk disiplin menegakkan protokol kesehatan kepada masyarakat saat melakukan aktivitas dari kegiatan sosial hingga peribadatan.

Sementara itu, Humas Wisma Atlet Letkol TNI Arifin mengatakan potensi RSD Wisma Atlet bisa memasuki fase krisis atau kolaps dapat mungkin terjadi bila tidak ada kebijakan yang lebih ketat diterapkan oleh pemerintah. 

Berikut deretan berita terpopuler di kanal News Liputan6.com sepanjang Selasa, 15 Juni 2021:

1. Membeludak, RSD Wisma Atlet Setop Terima Pasien Covid-19 hingga Siang Ini

Antrean Ambulans di Wisma Atlet Imbas Melonjaknya Pasien COVID-19
Perbesar
Antrean ambulans saat mengantarkan pasien positif Covid-19 di pintu masuk RSD Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Kamis (10/6/2021). Meningkatnya jumlah warga yang terpapar Covid-19 menyebabkan antrean ambulans yang hendak masuk ke RSD Wisma Atlet Kemayoran. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Koordinator Humas dan Komandan Lapangan RSD Wisma Atlet Letnan Kolonel Laut M Arifin menyatakan, terjadi antrean pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet Kemayoran. Pasien pun harus rela menunggu dengan duduk di lantai karena bangku yang sediakan tidak dapat menampung.

Oleh karena itu, pihak RSD Wisma Atlet akan mengatur tempat tidur pasien Covid-19. Wisma Atlet pun tidak menerima pasien baru pada pagi hari ini. 

Koordinator Humas dan Komandan Lapangan RSD Wisma Atlet Letnan Kolonel Laut M Arifin menyatakan, terjadi antrean pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet Kemayoran. Pasien pun harus rela menunggu dengan duduk di lantai karena bangku yang sediakan tidak dapat menampung.

Oleh karena itu, pihak RSD Wisma Atlet akan mengatur tempat tidur pasien Covid-19. Wisma Atlet pun tidak menerima pasien baru pada pagi hari ini. 

 

Selengkapnya...

2. HEADLINE: Gelombang Baru Covid-19 Hantam Jakarta Usai Lebaran, Pengendaliannya?

Antrean Ambulans di Wisma Atlet Imbas Melonjaknya Pasien COVID-19
Perbesar
Tenaga kesehatan berbincang saat menunggu antrean untuk mengantarkan pasien di RSD Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Kamis (10/6/2021). Kepala Penerangan Kogabwilhan I Kolonel Marinir Aris Mudian mengungkapkan, pasien rawat inap bertambah 405 orang dalam waktu 24 jam. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

DKI Jakarta dihantam gelombang baru Covid-19 usai libur Lebaran 2021. Lonjakan kasus juga diperparah dengan adanya varian baru virus corona yang memiliki efek sebar lebih cepat dan luas di masyarakat.

"Kita menghadapi gelombang baru peningkatan kasus Covid setelah musim libur lebaran bulan lalu. Lonjakannya mulai dirasakan hari-hari ini bukan hanya di Jakarta, tapi di berbagai wilayah di Indonesia," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di kawasan Jakarta Selatan, Minggu malam (13/6/2021).

Anies mengungkapkan, Ibu Kota saat ini dalam kondisi yang mengkhawatirkan dan berpotensi memasuki fase genting. Dalam sepekan terakhir, kasus aktif Covid-19 di Jakarta naik sebesar 50 persen.

Sementara positivity rate naik dari 9 persen menjadi 17 persen. Tingkat keterisian tempat tidur atau bad occupancy rate (BOR) di RS rujukan Covid-19 Jakarta juga naik signifikan dari 45 persen menjadi 75 persen.

"Bila kondisi sekarang tidak terkendali kita akan masuk fase genting. Bila fase genting itu terjadi kita harus ambil langkah drastis seperti September dan Februari lalu," kata Anies Baswedan 

Dia menuturkan, potensi itu dapat terjadi ketika fasilitas kesehatan mulai kewalahan dalam menangani peningkatan jumlah pasien Covid-19 yang drastis.

 

Selengkapnya...

3. Kondisi Wisma Atlet Terkini Usai Alami Lonjakan Pasien Covid-19 dalam 10 Hari Terakhir

FOTO: Mengintip Tower 8 Wisma Atlet Pademangan untuk Isolasi Pasien OTG COVID-19
Perbesar
Petugas mengenakan hazmat saat menyiapkan tempat tidur di Tower 8 Wisma Atlet Pademangan, Jakarta, Selasa (15/6/2021). Tower 8 Wisma Atlet Pademangan bisa menampung 1.569 pasien untuk isolasi. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat kini tengah jadi sorotan usai terjadi lonjakan jumlah pasien seiring naiknya kasus baru Covid-19 di Ibu Kota pascalibur Lebaran lalu.

Dilaporkan, angka pasien positif Covid-19 di Wisma Atlet kini bisa tembus di angka 600 orang dalam sehari.

Menyikapi kondisi saat ini, Koordinator Humas dan Komandan Lapangan RSD Wisma Atlet Koordinator Humas dan Komandan Lapangan Letkol TNI Arifin meminta pemerintah kembali menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) seperti di awal pandemi.

Sebelumnya, dalam video viral yang beredar terlihat antrean panjang pasien Covid-19 memenuhi ruang tunggu saat hendak mendapatkan kamar di Wisma Atlet. Tak sedikit di antara mereka yang duduk lesehan di lantai karena panjangnya antrean.

"Ya kalau sehari gini terus 500 600, semua fasilitas kesehatan kolaps lah. Seminggu ini tinggi 500 (sampai) 600," kata Letkol TNI Arifin kepada Liputan6.com, Selasa (15/6/2021).

"Bisa juga kalau memang masif, nanti seminggu ke depan positivity rate-nya tinggi, harus ada kebijakan yang diambil," sambungnya.

 

Selengkapnya...

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓