Polri Sebut 13 Terduga Teroris di Riau Aktif Sembunyikan Buronan

Oleh Nanda Perdana Putra pada 15 Jun 2021, 19:16 WIB
Diperbarui 15 Jun 2021, 19:16 WIB
Karo Penmas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono
Perbesar
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono. (Dok Humas Polri)

Liputan6.com, Jakarta - Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono menyampaikan, 13 terduga teroris yang ditangkap di Riau turut berperan menyembunyikan anggota lainnya yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) alias buron.

"Yang jelas dari beberapa bulan lalu, Para Wijayanto itu sempat lari sembunyi beberapa lama, salah satunya di Riau. Bila sembunyi di Riau, pasti diamankan oleh kelompok itu salah satunya," tutur Rusdi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (15/6/2021).

"Ada DPO-DPO lain yang tentunya melakukan hal yang sama ketika mengamankan diri ke Riau kelompok ini yang akan back up daripada kegiatan-kegiatan pengamanan," lanjutnya.

Menurut Rusdi, 13 terduga teroris itu sudah beraktivitas sejak Desember 2020 ke belakang. Termasuk dalam hal menyembunyikan DPO lainnya dari kejaran petugas.

"Densus terus mendalami aktivitas JI, dari hasil pendalaman Densus mengarah ke kelompok 13 di Riau," jelas Rusdi.

 

Terafiliasi JI

Polisi terus mendalami penangkapan 13 orang terduga teroris di Riau oleh Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri. Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan menyampaikan, ke-13 orang itu terafiliasi oleh kelompok teroris Jemaah Islamiyah (JI).

"Jaringan teroris JI," tutur Ahmad saat dikonfirmasi, Selasa (15/6/2021).

Sebelumnya, Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan membenarkan 13 orang terduga teroris diamankan di Riau oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri.

"Iya, jumlahnya 13 orang di wilayah provinsi Riau," ujar Ahmad saat dikonfirmasi, Senin 14 Juni 2021.

Terkait rincian identitas, Ramadhan belum dapat merincinya sekarang. Menurut dia, hal itu masih dikerjakan oleh Tim Densus sementara ini, termasuk apakah ada kaitannya dengan penangkapan 11 terduga teroris di Merauke beberapa waktu lalu.

"Soal itu sabar dulu, Densus 88 masih bekerja," jelas dia.

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓