Polisi Amankan Bahan Baku Pembuat Bom Saat Tangkap Terduga Teroris Bogor

Oleh Nanda Perdana Putra pada 15 Jun 2021, 16:31 WIB
Diperbarui 15 Jun 2021, 16:31 WIB
Ilustrasi Tangkap Teroris 2 (Liputan6.com/M.Iqbal)
Perbesar
Ilustrasi Tangkap Teroris 2 (Liputan6.com/M.Iqbal)

Liputan6.com, Jakarta - Tim Densus 88 Antiteror Polri menangkap seorang terduga teroris di kawasan Bogor, Jawa Barat. Petugas mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya bahan baku pembuatan bom.

"Peran tersangka KDW ini yang mempersiapkan bahan-bahan kimia yang akan digunakan sebagai bahan baku pembuat bom," tutur Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (15/6/2021).

Adapun bahan kimia yang diamankan seperti dekstran, magnesium sulfate, sodium borat, HCL, juga belerang. KDW juga diketahui sering menyebarkan konten daulah di berbagai akun sosial media pribadinya.

"Kemudian juga KDW ini menjadi admin salah satu WA group yang tentunya WA Grup terdiri dari kelompok KDW ini, yang senantiasa diskusikan jihad dan daulah," kata Rusdi.

Sebelumnya, Tim Datasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap seorang terduga teroris di wilayah Bogor, Jawa Barat. Operasi itu dibenarkan Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan.

"Iya satu orang terduga teroris," tutur Ahmad saar dikonfirmasi, Selasa (15/6/2021).

Menurut Ahmad, identitas terduga teroris tersebut berinisial KD alias AA. Dia masuk dalam kelompok jaringan Jemaah Ansharut Daulah (JAD).

"Ada kaitannya dengan penangkapan teroris sebelumnya," kata Ahmad.

Amankan 13 Orang di Riau

Selain itu, Ahmad turut membenarkan sebanyak 13 orang terduga teroris diamankan di Riau oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri."Iya, jumlahnya 13 orang di wilayah provinsi Riau," ujar Ahmad saat dikonfirmasi, Senin (14/6/2021).

Terkait rincian identitas, Ramadhan belum dapat merincinya sekarang. Menurut dia, hal itu masih dikerjakan oleh Tim Densus sementara ini, termasuk apakah ada kaitannya dengan penangkapan 11 terduga teroris di Merauke beberapa waktu lalu.

"Soal itu sabar dulu, Densus 88 masih bekerja," jelas dia.

Densus 88 Antiteror juga telah melakukan penangkap terhadap 11 terduga teroris di Merauke, Papua. Polri menduga, mereka terkait dengan kelompok Vila Mutiara di Makassar.

Menurut Karopenmas Div Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono, 11 orang tersebut memiliki kontak dengan jaringan di Makassar.

"Karena memang kasus di Merauke itu hasil pengembangan dari Makassar. Jadi Makassar, Balikpapan, dan Merauke itu ada saling keterkaitan kelompoknya (Villa Mutiara)," ujar Rusdi kepada wartawan di Mabes Polri, Senin 7 Juni 2021.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓