Kasus Covid-19 di Kota Bogor Kembali Naik, Bima Arya: Lampu Kuning

Oleh Achmad Sudarno pada 14 Jun 2021, 20:58 WIB
Diperbarui 14 Jun 2021, 20:58 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya
Perbesar
Wali Kota Bogor Bima Arya mengawasi pedagang di Bogor yang ikut rapid tes covid-19. (Achmad Sudarno/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta Tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Ratio (BOR) di sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Bogor meningkat.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor, angka BOR di RSUD dan pusat isolasi Pusdiklawas BPKP Ciawi telah mencapai 65 persen per Minggu (13/6/2021).

"Sebelumnya keterisian BOR rendah sekali, di bawah 20 persen. Sekarang sudah meningkat di angka 65 persen, artinya sudah lampu kuning," kata Bima Arya, Senin (14/6/2021).

Menurutnya, semenjak dua pekan terakhir memang terjadi kenaikan kasus aktif Covid-19 di Kota Bogor. Sebagian besar penularan kasus berasal dari luar kota baik dinas, mudik maupun pergi liburan.

"Kasus di pesantren kemarin juga dari luar. Warga luar Bogor yang hendak belajar tatap muka di pesantren diketahui terpapar dan menular ke yang lain," terangnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus, Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor kemungkinan kembali mengoperasikan Rumah Sakit Lapangan sebagai tempat perawatan pasien dengan gejala sedang dan berat.

"Nanti kita lihat, nanti kita kaji dulu. Karena RS Lapangan ini perlu proses," ucapnya.

Menurutnya, langkah yang diambil saat ini adalah memastikan ruang perawatan, isolasi dan ICU siap jika terus mengalami lonjakan kasus. Selain itu, menyampaikan pesan kepada masyarakat Kota Bogor untuk kembali mengurangi aktivitas di luar.

"Tracing dan testing kita gencarkan. Kita akan konsultasi lagi untuk menahan laju penyebaran Covid-19. Mudah-mudahan tidak naik lagi sampai 70 persen," kata dia.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Data Kasus Covid-19

Hingga Minggu (13/6/2021), total jumlah kasus Covid-19 di Kota Bogor telah mencapai 16.705 orang. Sedangkan yang sembuh sebanyak 15.754 pasien.

Sementara yang masih dirawat atau sakit sebanyak 686 pasien. Kemudian jumlah pasien meninggal semenjak pandemi berjumlah 265 jiwa.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓