Pasutri di Bogor Kompak Bobol Toko, Hasil Kejahatan Dibelikan Perhiasan

Oleh Achmad Sudarno pada 14 Jun 2021, 18:06 WIB
Diperbarui 14 Jun 2021, 18:06 WIB
Ilustrasi Pencurian Motor
Perbesar
Ilustrasi. (Liputan6.com/Andri Wiranuari)

Liputan6.com, Jakarta Polisi menangkap komplotan spesialis pembobol toko di Kota Bogor. Sasaran para pelaku selama ini merampok uang tunai maupun barang dagang. Kelima pelaku tersebut adalah Warhadi alias Bolang dan istrinya Fitri Samsiah, Eko Suprianto, Edi Wantoro, dan Herry Jamiat.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo Purnomo Condro mengatakan, para pelaku dibekuk setelah menjalankan aksi pencurian di sebuah toko elektronik di Jalan Pengadilan Kota Bogor dua hari setelah Lebaran.

"Warhadi bersama dua pelaku lainnya yang masih DPO masuk ke dalam dengan cara menjebol atap toko dengan cara memanjat dinding samping," kata Susatyo, Senin (14/6/2021).

Saat itu, toko tersebut memang sedang tutup karena libur Lebaran. Ketika sang pemilik hendak mengecek tokonya melalui CCTV yang terhubung ke telepon genggamnya, tiba-tiba kamera pengawas tidak berfungsi.

"Pemilik kemudian meminta dua karyawannya untuk mengecek tokonya," kata Susatyo.

Mulanya, dua karyawan itu tidak mencurigai di toko tempat mereka bekerja telah dirampok karena pintu toko masih dalam keadaan tertutup rapat dan dikunci gembok.

"Setelah masuk ke dalam, keadaan toko terlihat berantakan. Dua brankas rusak dan beberapa barang elektronik hilang," ujarnya.

Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan, para pelaku akhirnya berhasil ditangkap awal Juni kemarin. Polisi juga mengamankan barang bukti dua kardus berisi laptop, satu buah notebook, kalung emas, satu buah notepad serta sejumlah alat perkakas untuk menjebol atap dan membobol brankas.

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Dhoni Ermawanto mengatakan, kelima pelaku memiliki peran masing-masing. Eko Suprianto, Edi Wantoro, dan Herry Jamiat sebagai penadah barang-barang hasil curian dari Bolang.

Sedangkan Warhadi alias Bolang serta dua pelaku lainnya yaitu Oma dan Boeng masih DPO sebagai eksekutor dan mengaku sudah beberapa kali mencuri di toko dengan modus yang sama. Sementara Fitri Samsiah, istri Bolang berperan memetakan situasi di area toko.

"Pekerjaan mereka sebenarnya tukang sapu, jadi bisa menggambarkan situasi sekitar toko yang akan jadi target pencurian," ujarnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Dibelikan Perhiasan

Dari hasil pencurian di toko elektronik, para pelaku berhasil menggasak uang tunai sebesar Rp 8 juta dan sejumlah barang-barang elektronik.

"Uang hasil dari aksi kejahatannya dibagi-bagi untuk kebutuhan pribadi mereka. Untuk si wanita ini uangnya dibelikan perhiasan," kata dia.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓