Jokowi: Kawasan Padat dengan Interaksi Tinggi Diberi Prioritas Vaksinasi Covid-19

Oleh Lizsa Egeham pada 14 Jun 2021, 12:13 WIB
Diperbarui 14 Jun 2021, 17:41 WIB
FOTO: Jokowi Tinjau Vaksinasi COVID-19 Massal di Terminal Kampung Rambutan
Perbesar
Presiden Joko Widodo atau Jokowi (tengah) didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kiri) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) meninjau vaksinasi COVID-19 massal pelaku transportasi di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Kamis (10/6/2021). (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menekankan, kawasan yang padat penduduk harus diprioritaskan diberi vaksin Covid-19. Pasalnya, kawasan padat memiliki tingkat interaksi yang tinggi, sehingga rentan terpapar virus Corona.

Hal ini disampaikan Jokowi usai meninjau vaksinasi massal Covid-19 bagi masyarakat umum dan difabel di Rusun Tanah Tinggi Jakarta Pusat, Senin (14/6/2021). Dia didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Kenapa dilakukan di sini? Karena (Rusun Tanah Tinggi) ini adalah kawasan padat yang interaksi antarmasyarakatnya sangat tinggi, sehingga diberikan prioritas untuk diberi vaksinasi," kata Jokowi sebagaimana ditayangkan di Youtube Sekretariat Presiden, Senin.

Dia menyebut tingkat penyebaran virus Corona akan sangat tinggi apabila ada satu orang di kawasan padat yang terinfeksi Covid-19. Untuk itulah, vaksinasi di kawasan padat sangat dibutuhkan agar tebentuk herd immunity atau kekebalan komunal.

"Bayangkan kalau di Rusun ini satu saja ada yang yang terkena, menyebarnya akan cepat sekali. Sehingga vaksinasi sangat diperlukan di kawasan ini," ujar Jokowi.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Jokowi Beri Target ke Anies Baswedan

FOTO: Jokowi Tinjau Vaksinasi COVID-19 Massal di Terminal Kampung Rambutan
Perbesar
Presiden Joko Widodo atau Jokowi (tengah) didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) meninjau vaksinasi COVID-19 massal pelaku transportasi di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Kamis (10/6/2021). (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Sebelumnya, Jokowi telah meminta Anies Baswedan agar 7,5 juta penduduk di DKI Jakarta harus sudah divaksin pada Agustus 2021. Kendati ini merupakan target yang sangat ambisius, dia mengatakan hal ini diperlukan akan segera terbentuk herd immunity di DKI Jakarta.

"Kita harapkan DKI Jakarta mulai minggu depan satu hari target yang kita berikan 100.000 bisa dicapai. 100.000 per hari," tutur Jokowi usai meninjau vaksinasi massal bagi 5.000 masyarakat umum dan unsur pekerja di Waduk Pluit Jakarta Utara, Senin (14/6/2021).

Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terpantau telah melaksanakan program vaksinasi Covid-19 sebesar 61,9 persen. Persentase ini mencakup kelompok tenaga kesehatan, lanjut usia, pelayan publik, dan kelompok masyarakat umum.

Mengutip data dari corona.jakarta.go.id pada Sabtu 12 Juni 2021, pukul 12.00 WIB, target sasaran vaksinasi DKI Jakarta sebesar 8.815.157 orang. Seseorang dikatakan telah lengkap vakinasinya jika sudah mendapatkan suntikan vaksin dosis pertama dan kedua.

Untuk dosis pertama, sudah ada 2.790.253 orang atau 93,0 persen. Sedangkan dosis kedua 1.858.410 orang, atau 61,9 persen.

Gencarnya vaksinasi di Jakarta tidak mampu menekan angka kasus positif Covid-19. Per tanggal 11 Juni 2021 Dinas Kesehatan mencatat konfirmasi kasus baru sebanyak 2.293 kasus. Angka kematian bertambah 20 kasus, angka kesembuhan bertambah 1.185 kasus. Dan, angka kasus aktif bertambah 1.088 kasus.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓