Jaksa Sebut Pleidoi Rizieq Shihab Bawa Nama Ahok hingga Diaz Tidak Nyambung

Oleh Liputan6.com pada 14 Jun 2021, 11:35 WIB
Diperbarui 14 Jun 2021, 11:35 WIB
Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab tiba di Polda Metro Jaya, Sabtu (12/12/2020). Kedatangannya untuk memenuhi panggilan penyidik atas kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan.
Perbesar
Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab tiba di Polda Metro Jaya, Sabtu (12/12/2020). Kedatangannya untuk memenuhi panggilan penyidik atas kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan.

Liputan6.com, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyebut, nota pembelaan atau pleidoi yang dibacakan terdakwa Rizieq Shihab dalam perkara hasil tes swab di Rumah Sakit Ummi, Bogor tidaklah nyambung. Sebab, Rizieq turut membawa beberapa nama tokoh yang tidak ada kaitannya dalam perkara ini.

Pernyataan itu disampaikan jaksa saat sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur Senin (14/6/2021) dengan agenda mendengarkan replik atas pleidoi dari terdakwa Rizieq Shihab.

"Emosi tanpa kontrol dan mengaitkan orang lain dalam pembelaan yang tidak ada hubungannya sama sekali," kata jaksa saat bacakan replik.

Sejumlah nama yang dimaksud jaksa tidak ada hubungannya dalam kasus ini, seperti mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama, sampai staf presiden bidang intelijen Diaz Hendropriyono, dan tokoh lainnya.

"Perkara Ahok, juga menghubungkan dengan Abu Janda, Ade Armando, Deni Siregar, selain dari pada itu, menghubungkan dengan Diaz Hendropriyono yang kesemuanya tidak ada nyambungnya," ujar jaksa.

Sehingga, jaksa menilai jika mantan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab ini banyak menyampaikan keluh kesahnya dalam pleidoi. Namun, hal itu dianggap tak ada hubungannya dengan pokok perkara.

"Habib Muhammad Rizieq terlalu banyak menyampaikan keluh kesahnya yang hampir tidak ada hubungannya dengan pokok perkara yang sedang disidangkan, di antaranya oligarki anti Tuhan, entah ditujukan kepada siapa oligarki anti Tuhan tersebut padahal seluruh warga negara berketuhanan dengan sah," ucapnya.

"Seharusnya terdakwa menguraikan kekesalannya, bukan di sini tempatnya. Jangan berkoar-koar tanpa dalil yang kuat," sambung jaksa.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Rizieq Shihab menuding Diaz Hendropriyono

Polda Metro Jaya Tahan Rizieq Shihab
Perbesar
M Rizieq Shihab (tengah) mengangkat tangan saat meninggalkan gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta, Minggu dini hari (13/12/2020). Rizieq Shihab ditahan setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka penghasutan dan kerumunan di tengah pandemi COVID-19. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Mantan Pimpinan Front Pembela Islam Rizieq Shihab menuding nama anak AM Hendropriyono, Diaz Hendropriyono, terlibat dalam kematian 6 laskar FPI. Hal tersebut dilontarkan Rizieq dalam nota pembelaannya alias pleidoi di sidang kasus tes swab RS Ummi, di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. 

Namun, Diaz Hendropriyono tak mau ambil pusing soal tudingan Rizieq tersebut. Dia mengatakan Rizieq hanya melantur.

"Bisa saja emang Rizieq. Ngelantur," kata Diaz ketika dihubungi Liputan6.com, Kamis 10 Juni 2021.

Sebelumnya, Rizieq Shihab menuding salah satu staf presiden bidang intelijen Diaz Hendropriyono terlibat dalam pembunuhan 6 laskar FPI. Pembunuhan tersebut terjadi pada 7 Desember 2020.

"Apalagi saat pertama kali saya ditahan dalam kasus kerumunan Petamburan, pada 12 Desember 2020 salah satu Staf Presiden Bidang Intelijen Diaz Hendropriyono yang diduga kuat terlibat dalam pembantaian 6 laskar pengawal saya pada tanggal 7 Desember 2020, langsung memposting pesan singkat dalam akun Instagram dan Twitter resminya dengan bunyi 'Sampai Ketemu di 2026'," kata Rizieq.

Rizieq menduga hal tersebut adalah wujud nyata tentang rencana Diaz untuk menjebloskannya ke penjara.

"Ini isyarat jelas tentang rencana mengandangkan saya untuk waktu yang lama. Diaz sebagaimana ayahnya AM Hendropriyono masih belum puas dengan pembantaian 6 laskar pengawal saya, sehingga masih terus mengejar agar saya dihukum berat," imbuh Rizieq Shihab.

 

Reporter: Bachtiarudin Alam

Sumber: Merdeka.com

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓