Jelang Pembelajaran Tatap Muka di Bogor, 90 Persen Guru Sudah Divaksin Covid-19

Oleh Rita Ayuningtyas pada 13 Jun 2021, 02:24 WIB
Diperbarui 13 Jun 2021, 02:24 WIB
FOTO: Uji Coba Sekolah Tatap Muka di Jakarta
Perbesar
Sejumlah siswa mengikuti uji coba kegiatan belajar tatap muka di SDN Kenari 07/08 Pagi, Jakarta, Rabu (9/6/2021). SDN Kenari 07/08 Pagi telah menjalani evaluasi (assesment) dan dinilai telah memenuhi persyaratan untuk pembelajaran tatap muka sesuai protokol kesehatan. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Bogor - 90 Persen atau 12.918 guru di Bogor, Jawa Barat telah mendapat vaksinasi Covid-19 jelang pembelajaran tatap muka (PTM) tahun ajaran 2021/2022 pada Juli 2021. Belasan guru tersebut terdiri dari guru TK hingga SMA.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno mengatakan, surat keputusan bersama (SKB) empat menteri mengatur, salah satu persyaratan pelaksanaan PTM adalah guru atau tenaga pendidik sudah menjalani vaksinasi Covid-19.

Keempat Menteri tersebut adalah, Menteri Kesehatan (Menkes), Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Menteri Dalam Negeri (Mendagri), serta Menteri Agama (Menag), yang menerbitkan SKB tentang Panduan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19, pada 30 Maret 2021.

Retno menjelaskan, Dinas Kesehatan sudah menyiapkan vaksinasi kepada seluruh guru yang terdata pada Dinas Pendidikan Kota Bogor.

Vaksinasi Covid-19 terhadap guru di Kota Bogor sudah beberapa kali dijadwalkan dan dilaksanakan, antara lain di SMP Negeri 5 dan di Mal Ekalokasari, tapi sebagian guru tidak hadir, dengan beberapa alasan.

"Saat ini, sekitar 10 persen atau 1.209 guru yang belum menjalani vaksinasi, meminta agar divaksinasi Covid-19," kata Retno di Kota Bogor, seperti dilansir Antara, Sabtu 12 Juni 2021.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Jumlah Vaksin Tak Cukup

Menurut Retno, saat ini, Dinas Kesehatan Bogor memiliki sedikit vaksin. Hanya cukup untuk 4.000 sasaran penerima, sedangkan daftar tunggu yang menjadi prioritas penerima vaksin ada sekitar 40.000 orang.

Retno menjelaskan persediaan vaksin untuk sekitar 4.000 orang sasaran itu, adalah kiriman dari Kementerian Kesehatan, setelah Menteri Kesehatan berkunjung ke Kota Bogor, pada Selasa (1/6).

Kementerian Kesehatan, kemudian mengirimkan 1.050 vial vaksin Sinovac untuk 5.250 orang sasaran. "Vaksin itu sebagian sudah digunakan, dan saat ini masih ada untuk sekitar 4.000 sasaran penerima," katanya.

Retno menambahkan Dinas Kesehatan terus melanjutkan vaksinasi kepada orang lanjut usia (lansia). Dari sebanyak 95.371 lansia di Kota Bogor, realisasinya sudah mencapai 38.122 orang atau 39,97 persen untuk dosis pertama, dan 33.149 orang atau 34,75 persen untuk dosis kedua.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya