Sinergi, Langkah Bea Cukai Perkuat Pengawasan dan Tingkatkan Ekonomi Indonesia

Oleh Liputan6.com pada 12 Jun 2021, 17:37 WIB
Diperbarui 12 Jun 2021, 17:40 WIB
Sinergi, Langkah Bea Cukai Perkuat Pengawasan dan Tingkatkan Ekonomi Indonesia
Perbesar
(Foto:Dok.Bea Cukai)

Liputan6.com, Jakarta Membangun upaya penyempurnaan sinergitas, terutama untuk memastikan hubungan kerjasama yang produktif serta kemitraan yang harmonis dalam pemulihan ekonomi nasional (PEN), Bea Cukai di beberapa daerah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak.

Di Semarang, pada Selasa (08/06), Padmoyo Tri Wikanto, Kepala Kanwil Bea Cukai Jateng DIY menerima kunjungan dari Yayasan Korea Jawa Tengah. Kunjungan ini merupakan upaya mempererat kerja sama antara Bea Cukai dengan Yayasan Korea Jawa Tengah yang merupakan perantara investor di Jawa Tengah. Mengingat saat ini ada 84 perusahaan PMA asal Korea Selatan yang memanfaatkan fasilitas kawasan berikat dan sebanyak 6 perusahaan mendapat fasilitas kemudahan impor tujuan ekspor (KITE).

“Saya harap kerja sama ini akan ditingkatkan dengan baik dan dengan adanya Yayasan Korea dapat turut menjembatani dan memberi pemahaman kepada para perusahaan Korea di Jawa Tengah terkait regulasi kepabeanan dan cukai, tentunya sekaligus membantu pemulihan ekonomi nasional (PEN),” ujar Tri Wikanto.

Masih dari Semarang, dalam rangka menyempurnakan sistem barang kiriman yang berada di Gudang Samudra 03 (CFS), tempat penimbunan sementara (TPS) PT. Pelindo III, Bea Cukai Tanjung Emas menyelenggarakan focus group discussion (FGD) bersama perwakilan dari General Manager Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS), PT. EDI Indonesia dan PT. Mercusuar Abadi Jaya.

“Kerja sama antara TPS TPKS Pelindo III dengan Bea Cukai perlu dijaga dan terus dikomunikasikan, agar prosedur dan tanggung jawab dapat terlaksana dengan maksimal. Mengingat administrasi kepabeanan memiliki peran yang signifikan dalam memfasilitasi dan menyederhanakan prosedur, tentu dengan harapan dapat memaksimalkan potensi penerimaan negara,” ujar Kepala Bea Cukai Tanjung Emas, Anton Martin.

Dari wilayah Sumatera Utara, dalam rangka meningkatkan kinerja ekspor nasional, Bea Cukai Kanwil Sumut mengadakan coffee morning dengan mengundang beberapa unit vertikal di bawahnya, serta Balai Besar Karantina Pertanian Belawan dan Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Medan I dan II (BKIPM).

“Penting untuk mewujudkan kolaborasi dan sinergi sebagai garda terdepan lalu lintas barang. Sumatera Utara memiliki banyak potensi, seperti hortikultura, produk perikanan, pertanian dan perkebunan. Maka perlu harmonisasi kebijakan agar selalu sejalan dalam mendukung kemajuan perekonomian. Tidak luput kita harus berikan solusi dan bantu selesaikan kendala di lapangan,” ujar Ambang Priyonggo, Plt. Kepala Kanwil Bea Cukai Sumut. 

Selanjutnya, dari Sulawesi, pada Selasa (08/06), Bea Cukai Sulawesi Bagian Selatan menerima kunjungan dari Balai Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PTKN) yang merupakan divisi di bawah Kementerian Perdagangan. Ini merupakan serangkaian kunjungan ke beberapa instansi vertikal terkait perkembangan perdagangan di wilayah Sulawesi Selatan.

Kepala Kanwil Bea Cukai Sulbagsel, Parjiya, mengatakan bahwa Bea Cukai turut berperan dalam mengupayakan terjalinnya perjanjian perdagangan bebas, hal ini dapat dimanfaatkan guna mendorong perdagangan terutamanya di pasar domestik. Selain itu banyak komoditas yang perlu dibatasi perdagangannya untuk menjaga ketersediaan di dalam negeri, ataupun komoditas-komoditas yang berpotensi besar untuk diperluas pasarnya.

“Dalam memberikan fasilitasi perdagangan, kemudahan layanan kepabeanan dan cukai adalah hal yang juga menjadi fokus dari Bea Cukai. Bea Cukai terus melakukan perbaikan layanan melalui otomasi serta memanfaatkan teknologi informasi. Layanan berbasis teknologi informasi secara tidak langsung juga akan memberikan kepastian serta efisiensi waktu dan biaya, bagi pengusaha,” tambah Parjiya.

Selanjutnya, pada Rabu (09/06), Bea Cukai Tarakan mendapatkan kunjungan dari Dansatrol Lantamal XIII Letkol Laut (P) Sahatro Silaban, M.Tr.Hanla. Kunjungan ini merupakan langkah untuk menjalin silaturahmi antar instansi pemerintah khususnya di bidang maritim.

“Dalam menjalankan pengawasan dan penegakan hukum di laut, Bea Cukai akan sangat terbantu dengan adanya Satrol Lantamal XIII. Kita dapat bekerja sama untuk menghentikan peredaran barang-barang illegal yang masuk ke Kota Tarakan, Kalimantan Utara,” kata Minhajuddin Napsah, Kepala Bea Cukai Tarakan.

 

(*)

Tag Terkait