Kapolda Sulut: Kita Akan Pastikan Penyebab Meninggalnya Wabup Sangihe

Oleh Nanda Perdana Putra pada 12 Jun 2021, 17:06 WIB
Diperbarui 12 Jun 2021, 17:06 WIB
Kapolda Sulut Irjen Pol Nana Sudjana saat memberikan keterangan pers di Markas Polda Sulut.
Perbesar
Kapolda Sulut Irjen Pol Nana Sudjana saat memberikan keterangan pers di Markas Polda Sulut.

Liputan6.com, Jakarta - Kapolda Sulawesi Utara Irjen Nana Sudjana menyatakan, pihaknya akan mendalami penyebab meninggalnya Wakil Bupati Kepulauan Sangihe, Helmud Hontong.

"Polisi membantu bagaimana selama ini, seolah-olah karena tambang, tapi ini kan nanti akan kita pastikan yang bersangkutan ini meninggalnya karena apa, kita akan lihat riwayat penyakitnya seperti apa," tutur Nana saat dikonfirmasi, Sabtu (12/6/2021).

Menurut Nana, pihaknya belum masuk lebih jauh antara kematian Wagub Sangihe dengan permasalahan penolakan izin tambang. Untuk saat ini, penyelidikan dimulai dengan penyebab kematian lewat pemeriksaan rekam medis.

"Nah ini makanya kita kurang tau, makanya ini kan meninggal karena apa gitu aja, kita tidak ke masalah politis," kata Nana.

Wakil Bupati Kepulauan Sangihe Provinsi Sulawesi Utara, Helmud Hontong, meninggal dunia di dalam pesawat saat penerbangan dari Denpasar menuju Makassar pada Rabu (9/6/2021). Wakil bupati berusia 58 tahun itu diduga mengalami serangan jantung.

Stakeholder Relation Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Iwan Risdianto membenarkan hal tersebut. Dia menjelaskan bahwa Helmud Hontong merupakan penumpang transit dengan rute Denpasar-Makassar-Manado.

"Benar, ada penumpang meninggal dalam pesawat saat terbang. Korban penumpang transit di bandara SHIAM (Sultan Hasanuddin Internasional Airport Makassar) dan katanya Wakil Bupati," kata Iwan kepada wartawan, Rabu (9/6/2021) malam.

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kronologi Kematian Wakil Bupati Sangihe

Berdasarkan kronologi yang diterima Liputan6.com, Helmud Hontong menaiki pesawat Lion Air JT-740 bersama ajudannya Harmen Kontu. Beberapa saat setelah pesawat lepas landas, Helmud Hontong tiba-tiba terbatuk-batuk hingga mengeluarkan darah dari hidung dan mulut.

Helmud Hontong pun kemudian tidak sadarkan diri. Ia sempat mendapatkan pertolongan pertama dari penumpang lainnya yang kebetulan merupakan seorang dokter bernama Timothy.

Helmud diberikan penanganan Resusitasi Jantung Paru (RJP) dan bantuan pernapasan oleh dr Timothy. Namun Helmud tidak merespon hingga akhirnya dinyatakan telah meninggal dunia di dalam pesawat.

Saat pesawat mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar sekitar pukul 16.00 Wita, pihak KKP langsung memeriksa Helmud Hontong. Senada dengan pernyataan dr Timothy, pihak KKP juga memastikan bahwa wakil bupati Kepulauan Sangihe itu telah meninggal dunia.

Saat ini, Helmud Hontong telah dikremasi dan akan dibawa ke Manado untuk selanjutnya dimakamkan ke Kepulauan Sangihe.

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya