Jokowi Sebut Megawati Lahirkan UU KPK, Nilai Tepat Dapat Gelar Profesor Kehormatan

Oleh Lizsa Egeham pada 11 Jun 2021, 18:39 WIB
Diperbarui 11 Jun 2021, 18:40 WIB
Bersama Megawati, Jokowi Beri Arahan Pembumian Pancasila
Perbesar
Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin (kanan) dan Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri (kiri) saat Presidential Lecture Internalisasi dan Pembumian Pancasila di Istana Negara, Jakarta, Selasa (3/12/2019). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan, Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri tepat mendapat gelar Profesor Kehormatan dari Universitas Pertahanan (Unhan). Lantaran, Megawati dinilai menggambarkan sosok pemimpin yang strategis.

Hal ini terlihat dari sejumlah kebijakan yang lahir di era kepemimpinan Megawati. Mulai dari, UU Anterorisme hingga UU Nomor 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Terlalu banyak kebijakan yang bisa ditujukan untuk menggambarkan kepemimpinan strategis beliau," jelas Jokowi saat Pengukuhan Gelar Profesor Kehormatan kepada Megawati di Universitas Pertahanan RI, Jumat (11/6/2021).

"Mulai dari, ekonomi kerakyatan, lahirnya UU sistem jaminan sosial nasional, lahirnya Perppu dan UU Antiterorisme, lahirnya UU KPK, dan masih banyak lagi," sambungnya.

Menurut dia, kebijakan-kebijakan tersebut menunjukkan kepemimpinan strategis yang dilakukan Megawati dalam membela kepentingan rakyat dan memperjuangkam antikorupsi. Jokowi mengatakan karakter kepemimpinan seperti ini sangat dibutuhkan oleh setiap pemimpin.

"Semua itu sekali lagi, menunjukan kepemimpinan strategis beliau dalam membela kepentingan rakyat, dalam memperjuangkan demokrasi dan antikorupsi dan memperjuangkan kepentingan kepentingan nasional lainnya," kata Jokowi.

Perjuangkan nasib wong cilik

Jokowi - Ma'ruf Hadiri Pembukaan Rakernas PDIP
Perbesar
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato saat pembukaan Rakernas I dan HUT ke-47 PDIP di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Jumat (10/1/2020). Rakernas ini bertajuk 'Solid Bergerak Wujudkan Indonesia Negara Industri Berbasis Riset dan Inovasi Nasional'. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Dia menyebut, Megawati merupakan pemimpin yang berperan besar dalam mendorong dan mengawal reformasi besar dalam tata politik dan pemerintahan di Indonesia. Salah satunya, dalam memperjuangkan nasib wong cilik.

"Keteguhan dan konsistensi beliau sudah sangat teruji dalam memperjuangkan nasib wong cilik, dalam memperjuangkan demokrasi dan hak-hak rakyat serta dalam menjaga dan memperjuangkan kedaulatan negara," tutur Jokowi.

Sebagai seorang aktivis pejuang demokrasi, kata dia, Ketua Umum PDIP itu menjadi simbol keberanian untuk memperjuangkan hak-hak politik rakyat. Jokowi menilai Megawati merupakan sosok yang telah membangkitkan gerakan politik masyarakat bawah yang sedang memperjuangkan hak-haknya.

"Sebagai seorang politisi, Ibu Megawati telah memberikan contoh kepada kita semua bahwa menjadi politisi tidak harus berada di dalam pemerintahan. Menjadi politisi harus siap di dalam pemerintahan dan harus siap berada di luar pemerintahan," ujar Jokowi.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓