Protes saat Ditunjuk Jokowi Jadi Ketua UKP-PIP, Megawati: Kok Penugasan Saya Melorot Banget

Oleh Lizsa Egeham pada 11 Jun 2021, 15:28 WIB
Diperbarui 11 Jun 2021, 15:28 WIB
Jokowi Terima Dewan Pengarah BPIP
Perbesar
Presiden Joko Widodo menerima kedatangan Megawati Soekarnoputri yang mewakili Dewan Pengarah BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (9/5/2019). Mereka yang hadir antara lain Megawati, Mahfud Md, Try Sutrisno, hingga Said Aqil Siradj. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Presiden ke-lima RI Megawati Soekarnoputri menceritakan saat dirinya ditunjuk Presiden Joko Widodo atau Jokowi menjadi Ketua Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) pada 2017 lalu. Megawati mengaku kala itu dirinya sempat protes karena jabatan yang diberikan Jokowi kepadanya 'melorot'

Hal ini disampaikan Megawati saat berpidato usai menerima gelar Profesor Kehormatan dari Universitas Pertahanan RI, Jumat (11/6/2021). Ketua Umum PDIP itu mengatakan awalnya dirinya dihubungi oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

"Suatu saat saya sedang keluar negeri ditelepon oleh Beliau (Pramono) ditanya saya dimana oleh Presiden, karena saya akan dilantik sebagai Ketua UKP," kata Megawati sebagaimana disiarkan di Youtube Universitas Pertahanan, Jumat.

Dia mulanya bingung mengapa Jokowi memilihnya sebagai Ketua UKP PIP. Terlebih, Megawati menilai unit kerja merupakan jabatan yang kecil bagi seorang yang pernah menjadi Kepala Negara.

Bagi Megawati, jabatan Ketua UKP-PIP setara dengan ASN eselon III ke bawah. Namun, dia akhirnya mengiyakan tawaran dari Jokowi menjadi Ketua UKP-PIP.

"Pram kamu tahu tidak ya? Unit kerja itu kan kecil banget, mungkin kalau eselon, 3 kebawah saya bilang. Apa itu nanti kalau Presiden selesai ndak bubar saya bilang. Terus saya pikir, kok disitu ada ideologi Pancasila ya. Jadi saya bilang, sana bilang sama Presiden, iya deh saya mau dilantik," jelas Megawati.

Begitu bertemu Jokowi, dia pun protes atas jabatan Ketua UKP-PIP. Megawati heran penugasan yang diberikan Jokowi membuat jabatannya turun. Mendengar itu, Megawati menyebut Jokowi sadar dan terpingkal-pingkal.

"Ketika bertemu dengan Presiden langsung, saya ya 'Pak, kok Bapak tega banget. Kok penugasan saya melorot banget ya'. Bukankah saya Presiden kelima, kok sekarang jadi Ketua Dewan Pengarah UKP," ucap dia.

"Bapak tahu unit itu letaknya di mana? Di struktur. Beliau terpingkal-pingkal. 'Iya Bu'. Bapak kok ya bisa tega," sambung Megawati.

 

Jadi Setingkat Menteri

Jokowi kemudian 'menaikkan pangkat' Megawati dengan menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 7 Tahun 2018. UKP PIP kemudian berubah nama menjadi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Dengan adanya aturan itu, Megawati sebagai Ketua Dewan Pengarah BPIP diberi hak dan keuangan setingkat menteri.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓