Promosikan Pariwisata Berkelanjutan, Bupati Ipuk Setir Sendiri Mobil Listrik

Oleh Liputan6.com pada 10 Jun 2021, 18:00 WIB
Diperbarui 10 Jun 2021, 18:00 WIB
Promosikan Pariwisata Berkelanjutan, Bupati Ipuk Setir Sendiri Mobil Listrik
Perbesar
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menjajal mobil bertenaga listrik, Hyundai Ioniq. (Foto:Dok.Pemkab Banyuwangi)

Liputan6.com, Jakarta Kebijakan Pemkab Banyuwangi mengembangkan ekowisata kembali mendapat dukungan dari sejumlah pihak. Bahkan di tengah pandemi Covid-19 saat ini, salah satu penyedia jasa akomodasi di Banyuwangi menggandeng produsen mobil bertenaga listrik dari Korea Selatan, Hyundai, untuk ikut mempromosikan Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menjajal mobil bertenaga listrik, yakni Hyundai Ioniq. Mengambil start dari Hotel Kokoon, Ipuk berkendara menuju wisata hutan De Djawatan sejauh 25 km, Rabu (17/3/2021).

Awal start, Ipuk tampak duduk di samping sopir. Namun di separuh perjalanan, Ipuk menjajal menyetiri mobil listrik tersebut. Ipuk tampak tenang membawa mobil tersebut menuju arah selatan kota.

“Penasaran juga pengin nyoba,” ujarnya.

Apa kesan Ipuk setelah menjajal mobil ini? “Rasanya nyaman, tidak bising. Suspensi juga enak,” kata Ipuk saat tiba di wisata hutan de Djawatan yang berisikan rimbun hutan ala film “Lord of the Ring”.

Menurut Ipuk, menggunakan mobil listrik dapat menambah kenyamanan berkendara karena tidak bising, selain kendaraan tersebut yang ramah lingkungan.

“Mobil listrik ini akan melengkapi konsep pariwisata berkelanjutan yang ada di Banyuwangi,” kata Ipuk.

Ipuk juga mendorong semua pihak untuk membangun ekosistem dan infrastruktur pendukung mobil listrik, seperti untuk kebutuhan isi ulang tenaga listrik dalam baterai atau Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). 

Di Banyuwangi, saat ini terdapat tiga SPKLU sebagai penyedia fasilitas pengisian listrik dalam baterai. Yakni dua di hotel, dan satu disediakan oleh UP3 PLN Banyuwangi.

“Kami mendorong hotel-hotel di Banyuwangi untuk menyediakan fasilitas semacam ini,” ujar Ipuk.

Dia mengatakan, infrastruktur pendukung mobil listrik adalah sebuah keniscayaan. Ke depan, tren mobil listrik akan terus meningkat. Karena ini sudah menjadi kebutuhan untuk mewujudkan sistem transportasi yang lebih berkelanjutan.

“Kami di Pemkab Banyuwangi siap mendukung seluruh stakeholder dalam mengembangkan infrastruktur pendukung kendaraan listrik di Banyuwangi. Silakan bangun stasiun pengisian kendaraan listrik umum di Banyuwangi, PLN atau siapa pun. Silakan bangun, kami siap mendukung,” ujarnya.

Apalagi Banyuwangi, sambung Ipuk, adalah jalur strategis. Ke depan dengan tol tersambung dari Jakarta menuju Banyuwangi, mobilitas orang ke Banyuwangi akan semakin tinggi. Di dalamnya pasti banyak pula mobil listrik yang juga akan semakin besar dari sisi jumlah. 

“Maka Banyuwangi menjadi strategis untuk pengembangan infrastruktur pendukung kendaraan listrik,” jelas bupati perempuan itu.

Sementara itu, GM Hyundai Wiyung Surabaya, Arif Cahyono mengatakan, pengenalan mobil listrik di Banyuwangi ini sebagai bentuk dukungan terhadap pariwisata Bumi Blambangan yang mengusung ekowisata.

“Menurut kami, mobil listrik ini akan sejalan dengan pariwisata berkelanjutan yang telah dikembangkan Banyuwangi selama ini,” ujarnya.

Seperti diketahui mobil listrik memiliki sejumlah keunggulan. Selain irit bahan bakar, juga ramah lingkungan. Mobil listrik tidak mengeluarkan emisi karbondioksida ke udara alias zero emission sehingga bebas polusi udara. Mobil listrik juga dikenal bebas polusi suara karena tidak bising.

Arif mengatakan akan terus menambah jumlah SPKLU seiring dengan penambahan kendaraan yang ada di Banyuwangi. Hyundai telah melakukan kerjasama dengan dua hotel untuk memasang station charging, salah satunya dengan Hotel Kokoon Banyuwangi.

“Kami rencana akan pasang lagi di hotel-hotel, tempat wisata, atau tempat umum lainnya yang banyak di didatangi warga,” kata Arif.

 

(*)