Pengamat Sebut Anies - AHY Bisa Jadi Lawan Kuat Puan-Prabowo di Pilpres 2024

Oleh Delvira Hutabarat pada 10 Jun 2021, 09:41 WIB
Diperbarui 10 Jun 2021, 09:42 WIB
Roemah Djoeang
Perbesar
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersalaman dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat menghadiri peresmian Roemah Djoeang di Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta, Minggu (29/7). (Merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan menyatakan dinamika politik datang lebih cepat atau jauh sebelum tahun Pemilu 2024.

“Tahun politik datang lebih cepat karena dua sebab. Pertama tidak ada petahana, kedua belum ada calon yang dominan,” kata Djayadi pada wartawan, Kamis (10/6/2021).

Dalam survei, menurutnya, calon-calon kuat belum ada yang mendapat elektabilitas dominan, termasuk Prabowo Subianto.

Sementara itu, terkait wacana reuni Megawati-Prabowo kembali menguat, maka publik mulai penasaran siapa calon kuat lawan pagi PDIP-Gerindra.

Djayadi menyebut, potensi calon lawan kuat PDIP-Gerindra adalah PKS, Partai Demokrat dan PAN. Ketiga partai itu menurutnya bisa saja mendukung Anies-AHY untun bertarung dengan Puan-Prabowo.

“Kalau kita perhatikan Anies cenderung lebih populer di kalangan PKS, Demokrat, PAN. Memang cocok itu kalau lihat prefensi pemilih. Itu sangat mungkin Anies-AHY,” kata Djayadi.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Siapa Berpeluang Menang?

Meski telah terbaca potensi koalisi parpol di 2024, Djayadi menyatakan nama capres-cawapres masih jauh dan bisa berubah sesuai dinamika politik. Oleh karena itu, ia tidak bisa menentukan siapa yang akan menang apabila Puan-Prabowo diadu dengan Anies-AHY.

“Kalau Prabowo- Puan, Anies-AHY, belum bisa ditentukan, karena belum ada yang dominan sekarang, sekitar setengah tahun lagi, atau Juni 2023 mungkin sudah bisa dilihat,” pungkasnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓