Ketika Yasonna Laoly Bercanda soal AHY dan Meminta Maaf

Oleh Maria Flora pada 10 Jun 2021, 08:47 WIB
Diperbarui 10 Jun 2021, 08:47 WIB
Menkumham Yasonna Rapat Kerja dengan Komisi III DPR
Perbesar
Menkumham Yasonna Laoly saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (28/11/2019). Rapat membahas rencana strategis Kemenkumham, hasil pemeriksaan BPK RI semester I tahun 2019, dan tindak lanjut RUU. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly kini jadi sorotan usai melempar candaan dengan menyebut Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) masih akan lama menjadi presiden.

Akibat pernyataannya tersebut sejumlah tokoh menyampaikan kritik kepada Menteri Yasonna Laoly. Apa yang disampaikan Menkum HAM dinilai akan menimbulkan friksi di masyarakat. Hal itu diungkap anggota Komisi III Fraksi Demokrat DPR RI Santoso.

"Sehingga nanti menimbulkan friksi di tangah masyarakat. Soal bos Pak Benny dan bos saya di tahun 2024 jadi atau tidak biarlah roda sejarah yang akan mencatat itu," kata Santoso di DPR, Rabu, 9 Juni 2021.

Atas kritikan tersebut, Menteri Yasonna pun langsung meminta maaf dan menarik pernyataannya. 

"Sebetulnya itu joke, tapi saya cabut, mohon maaf," ucapnya saat rapat kerja Komisi III dengan Menkumham di DPR, Rabu kemarin. 

Berikut sederet hal saat Menteri Yasonna Laoly melempar candaan dalam rapat kerja Komisi III dengan Menkumham dihimpun Liputan6.com:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

1. Candaan Dilempar saat Bicara Pasal Penghinaan Presiden

Candaan itu dilempar saat bicara pasal penghinaan presiden dalam draf RUU KUHP. Yasonna mengatakan pasal tersebut dimasukkan untuk menjaga martabat presiden hari ini hingga yang akan datang.

"Tapi apa kita biarkan presiden yang akan datang digituin? Mungkin saja satu di antara kita jadi presiden," kata Yasonna saat rapat kerja Komisi III dengan Menkumham di DPR, Rabu, 9 Juni 2021.

Lalu, Yasonna menyinggung pimpinan partai dari anggota DPR Fraksi Gerindra Habiburokhman, Prabowo Subianto yang mungkin menjadi presiden.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

2. Menyinggung AHY Sebut Masih Lama Jadi Presiden

Kemudian Yasonna juga menyinggung AHY yang masih lama menjadi presiden karena masih muda.

"Atau bos Habib, kita biarkan itu? Kalau bos Pak Benny masih lama barangkali. Misalnya, contoh. Ya kan. Masih muda. Canda... canda," katanya disambut gelak tawa seisi ruangan.

Lebih lanjut, Yasonna mengatakan pasal penghinaan dibutuhkan agar presiden dan wakil presiden tidak dihina.

"Artinya, itu pun tidak kita biarkan pak. Ga boleh kita biarkan, menghina seorang wapres, apalagi wapres kita kiai, terhormat. Itu ga bener lah. Jangan hanya presidennya, satu paketkan," katanya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

3. Yasonna Diminta Mencabut Candaannya

Adalah anggota Komisi III Fraksi Demokrat DPR RI Santoso yang tidak terima candaan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly dengan menyebut Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono masih lama menjadi presiden lantaran masih muda.

Ketua DPD Demokrat DKI Jakarta ini meminta Yasonna mencabut pernyataannya. Sebab Yasonna juga merupakan kader politik dari PDI Perjuangan.

"Saya ingin apa yang Pak Menteri sampaikan yang menyatakan bos Pak Benny masih lama itu supaya dicabut saya sangat keberatan," kata Santoso saat rapat kerja dengan Komisi III dengan Menkumham di DPR, Jakarta, Rabu (9/6/2021).

"Kenapa, karena Pak Yasonna selain menteri juga kader partai politik, jadi kurang tepat juga menyampaikan hal itu," sambungnya.

Santoso mengatakan, pernyataan Yasonna bisa menimbulkan friksi di masyarakat. Dia minta persoalan Pilpres 2024 itu menjadi roda sejarah.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

4. Yasonna Meminta Maaf

Menanggapi itu, Menkumham Yasonna menyampaikan permintaan maaf dan mencabut pernyataannya.

"Sebetulnya itu joke, tapi saya cabut, mohon maaf," ucapnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya