Nadiem Makarim soal Pembelajaran Tatap Muka Terbatas: Presiden Peduli

Oleh Yopi Makdori pada 09 Jun 2021, 20:10 WIB
Diperbarui 09 Jun 2021, 20:10 WIB
Jokowi melantik Nadiem Makarim dan Bahli Lahadalia
Perbesar
Jokowi melantik Nadiem Makarim sebagai Mendikbud-Ristek dan Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Investasi/Kepala BKPM. (Dok Setpres)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengatakan, apa yang disampaikan Presiden Joko Widodo atau Jokowi terkait pembelajaran tatap muka terbatas adalah benar.

Dia menuturkan, pembelajaran tatap muka terbatas tidak sama seperti sekolah tatap muka biasa.

"Apa yang Bapak Presiden sampaikan pada Senin (7/6/2021) lalu benar. Bahwa pembelajaran yang kita upayakan bersama adalah tatap muka terbatas. Sekali lagi, terbatas," kata Nadiem di Jakarta.

Menurut dia, apa yang disampaikan Presiden Jokowi soal satu kelas diisi 25 persen, adalah contoh bagaimana praktik pembelajaran tatap muka terbatas dijalankan.

Nadiem juga menyebut, jika ada yang berbeda sebenarnya diperbolehkan dengan catatan mengikuti protokol kesehatan dan di bawah batas maksimal yang tercantum dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.

Menurutnya, sekolah bisa pelan-pelan dalam menerapkan pembelajaran tatap muka terbatas ini.

"Tidak ada perubahan dalam SKB. SKB tersebut menuangkan aturan maksimal. Sekolah bisa menerapkan PTM terbatas dengan sedikit demi sedikit," jelas Nadiem.

Dia mengungkapkan, sebenarnya sudah ada sekitar 30 persen satuan pendidikan yang sudah menjalani pembelajaran tatap muka terbatas, Semuanya pun mempertimbangkan situasi dan kondisi masing.

Nadiem Makarim pun mengingatkan, bahwa apa yang disampaikan Presiden Jokowi adalah bentuk perhatiannya kepada masyarakat dan pendidikan.

"Seperti halnya para guru, orang tua, dan murid yang saya dengar langsung keluhannya dalam melakukan pembelajaran jarak jauh, Bapak Presiden juga menyampaikan kepeduliannya," kata dia.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Protokol Kesehatan Ketat

Nadiem mengingatkan, Presiden Jokowi mengingatkan pembelajaran jarak jauh pada kenyataannya bukan hanya menyulitkan anak didik, tapi orang tua serta guru.

"Beliau menyampaikan, kita harus memiliki keberanian untuk mendorong PTM (pembelajaran tatap muka) terbatas yang tentu saja disertai penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat," kata dia.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓