7 Pernyataan Terkini Menkes soal Lonjakan Kasus Covid-19 di Kudus dan Bangkalan

Oleh Devira PrastiwiLiputan6.com pada 08 Jun 2021, 18:36 WIB
Diperbarui 08 Jun 2021, 18:36 WIB
Menkes Budi Gunadi dalam pesan videonya terkait Hari Raya Idul Fitri tahun 2021 (Tangkapan Layar Youtube Kementerian Kesehatan)
Perbesar
Menkes Budi Gunadi dalam pesan videonya terkait Hari Raya Idul Fitri tahun 2021 (Tangkapan Layar Youtube Kementerian Kesehatan)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin kembali bicara terkait melonjaknya kasus Covid-19 di Kudus, Jawa Tengah dan Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Menurut Budi, hanya dalam waktu 1,5 minggu, keterisian tempat isolasi rumah sakit di sana meningkat drastis.

"Kudus yang sebelumnya rumah sakitnya hanya terisi sekitar 40-an, kemudian dalam satu setengah minggu terakhir naik cukup tinggi sampai sekitar 350-an. Demikian juga di Bangkalan, yang tadinya tempat tidur isolasinya terisi pasien sekitar 10-an, sekarang juga dalam satu setengah minggu naik ke angka 70 sampai 80an," ujar Budi dalam keterangan pers virtual, Senin, 7 Juni 2021.

Dia pun mengungkapkan penyebab ledakan kasus Covid-19 di kedua wilayah tersebut. Di Kudus, menurut Budi karena adanya kegiatan ziarah. Sedangkan di Bangkalan, disebabkan banyaknya pekerja migran Indonesia (PMI) yang baru pulang.

"Kenaikan yang tinggi ini karena ada peningkatan kasus secara spesifik di klaster ini karena Kudus memang adalah daerah ziarah. Sedangkan di Madura banyak pekerja migran Indonesia yang pulang dari negara tetangga," ucap Budi.

Ia lantas meminta hasil pemeriksaan (testing) Covid-19 di Kudus dan Bangkalan dilaporkan secara lengkap. Hal ini mengingat kedua daerah tersebut sedang mengalami lonjakan Covid-19.

Berikut 7 pernyataan terkini Menkes Budi Gunadi Sadikin terkait lonjakan kasus Covid-19 di Kudus dan Bangkalan dihimpun Liputan6.com:

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

1. Kasus Covid-19 Naik Drastis

Panglima TNI hingga Raffi Ahmad Kembali Jalani Vaksinasi Kedua
Perbesar
Menkes Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan usai menjalani vaksinasi COVID 19 dosis kedua di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (27/1/2021). Pemerintah mengharapkan per harinya 900 ribu hingga 1 juta masyarakat Indonesia dapat menerima vaksin. (Rusman/Biro Pers Sekretariat Presiden)

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan penyebab ledakan kasus Covid-19 di Kudus, Jawa Tengah dan Bangkalan, Madura.

Budi menyebut hanya dalam waktu 1,5 minggu keterisian tempat isolasi rumah sakit di sana meningkat drastis.

"Kudus yang sebelumnya rumah sakitnya hanya terisi sekitar 40-an, kemudian dalam satu setengah minggu terakhir naik cukup tinggi sampai sekitar 350-an," ujar Budi dalam keterangan pers virtual, Senin 7 Juni 2021.

Demikian juga di Bangkalan, yang tadinya tempat tidur isolasinya terisi pasien sekitar 10-an, sekarang juga dalam satu setengah minggu naik ke angka 70 sampai 80an," sambung dia.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

2. Ungkap Alasan Melonjaknya Kasus

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin
Perbesar
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menghadiri acara Mata Najwa dalam sesi 'Beres-beres Kursi Menkes' pada 6 Januari 2021. (Dok Kementerian Kesehatan RI)

Budi menyebut penyebab peningkatan kasus Covid-19 di Kudus yakni akibat kegiatan ziarah.

Sedangkan di Bangkalan, kata dia, disebabkan oleh banyaknya pekerja migran Indonesia (PMI) yang baru pulang.

"Kenaikan yang tinggi ini karena ada peningkatan kasus secara spesifik di klaster ini karena Kudus memang adalah daerah ziarah. Sedangkan di Madura banyak pekerja migran Indonesia yang pulang dari negara tetangga," ucap dia.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

3. Rujuk Pasien

Menkes Budi Gunadi Sadikin
Perbesar
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. (Istimewa)

Menurut Budi, untuk mengurai penuhnya rumah sakit di sana, pemerintah melakukan rujukan pasien Covid-19 ke kota besar terdekat.

Misalnya, kata dia, pasien dari Kudus dirujuk ke RS Semarang, sedangkan Bangkalan bisa merujuk ke Surabaya.

"Yang sudah kita lakukan nomor satu yang paling penting karena ini urusannya dengan nyawa kita mengurai tekanan beban yang ada di rumah sakit dengan cara kita merujuk pasien-pasien yang berat dan sedang ke kota terdekat. Untuk Kudus ke Semarang, untuk Bangkalan ke Surabaya," terang dia.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

4. Kirim Tambahan 50 Ribu Vaksin

Menkes Budi Gunadi Sadikin
Perbesar
Mengenakan atasan putih lengan pendek dan alat pelindung diri masker serta faceshield, Budi Gunadi Sadikin menerima suntikan vaksin COVID-19 Sinovac tahap pertama sekitar pukul 10.10 WIB. (Foto: Tangkapan Layar Yourube Setpres RI)

Kemudian menyatakan, pemerintah akan mengirim 50 ribu vaksin tambahan ke dua daerah dengan ledakan kasus Covid-19 tertinggi, yakni Kudus dan Bangkalan.

"Khusus daerah Kudus kita sudah drop 50 ribu vaksin untuk daerah Kudus, supaya bisa segera disuntikkan, di Bangkalan kita akan drop segera 50 ribu supaya bisa mengurangi risiko penularan," ucap dia.

Budi menyebut di Kudus terdapat 300 lebih tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19 dan sudah divaksin.

"Alhamdulillah sampai sekarang kondisi mereka masih baik, termasuk 1 orang dokter spesialis yang usianya 70 tahun yang juga terpapar alhamdulillah kondisinya juga baik," terang dia.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

5. Minta Kepala Daerah Perketat Prokes

Menkes Budi Gunadi Sadikin tentang pengadaan vaksin COVID-19. (Foto: jabarprov.go.id)
Perbesar
Menkes Budi Gunadi Sadikin tentang pengadaan vaksin COVID-19. (Foto: jabarprov.go.id)

Dipaparkan Budi, selain vaksin, upaya lain untuk meredam kasus Covid-19 adalah meminta kepala daerah mengetatkan protokol kesehatan.

Ia juga meminta pemerintah daerah menyediakan tempat isolasi tambahan bagi warga yang terpapar Covid-19.

"Kita mengurai tekanan di RS dengan rujukan dan melengkapi tenaga kesehatan, kedua minta tolong protokol kesehatan diterapkan dengan baik, tracing, treatment, isolasi mandiri, dan isolasi swadaya, dan terakhir vaksinasi sudah kirimkan," kata Budi.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

6. Minta Testing Covid-19 di Kudus dan Bangkalan Dilaporkan Lengkap

Menkes Budi Gunadi saat mendapatkan suntikan kedua dari vaksin COVID-19 Sinovac (Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)
Perbesar
Menkes Budi Gunadi saat mendapatkan suntikan kedua dari vaksin COVID-19 Sinovac (Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)

Budi pun meminta hasil pemeriksaan (testing) Covid-19 di Kudus dan Bangkalan dilaporkan secara lengkap. Hal ini mengingat kedua daerah tersebut sedang mengalami lonjakan Covid-19.

Lonjakan Covid-19 di Kudus karena adanya wisata religi berupa ziarah dan tradisi kupatan pasca-lebaran 2021.

Di Bangkalan, peningkatan kasus Covid-19 dipengaruhi banyaknya pekerja migran yang pulang dari negara tetangga.

"Untuk kepastian testing-nya. Lakukan testing dengan disiplin dan saya minta dilaporkan secara lengkap Dengan demikian, kita bisa lakukan langkah antisipasi kalau ada yang terkena (terpapar Covid-19)," ujar Budi.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

7. Harapkan Warga Kooperatif

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar dan Menkes Budi Gunadi Sadikin saat meninjau vaksinasi lansia di Mall Ciputra Citra Raya, Sabtu (27/3).
Perbesar
Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar dan Menkes Budi Gunadi Sadikin saat meninjau vaksinasi lansia di Mall Ciputra Citra Raya, Sabtu (27/3). (dok: Humas Pemkab)

Dalam upaya pelacakan kontak Covid-19, Budi meminta warga dapat kooperatif dan tidak menolak tracing yang dilakukan tracer  maupun tenaga kesehatan.

Upaya ini, ditegaskan Budi demi menemukan lebih banyak kasus Covid-19, sehingga penanganan dapat dilakukan segera.

"Tracing jangan ditolak. Kalau misalnya, Anda terkena (Covid-19), enggak usah khawatir, enggak usah takut. Yang paling penting isolasi mandiri, butuh tempat isolasi supaya (virus Corona) tidak menularkan (kepada orang lain)," tegas Budi.

 

(Daffa Haiqal Nurfajri)

Scroll down untuk melanjutkan membaca

3 Vaksin dalam Program Vaksinasi Covid-19 Nasional Kantongi Izin WHO

Infografis 3 Vaksin dalam Program Vaksinasi Covid-19 Nasional Kantongi Izin WHO. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis 3 Vaksin dalam Program Vaksinasi Covid-19 Nasional Kantongi Izin WHO. (Liputan6.com/Trieyasni)
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓