Ricuh di Kantor Golkar Kabupaten Siak, 2 Kubu Terlibat Bentrok

Oleh Rinaldo pada 08 Jun 2021, 08:35 WIB
Diperbarui 08 Jun 2021, 08:35 WIB
20160311-Deklarasi-Ade-Komarudin-Yogyakarta-BH
Perbesar
Ilustrasi Partai Golkar. (Liputan6.com/Boy Harjanto)

Liputan6.com, Jakarta Kericuhan terjadi di Kantor Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya Kabupaten Siak, Riau. Kericuhan itu disertai baku hantam antara dua kubu legislator dewan setempat yakni antara Azmi dan Indra Gunawan, Senin (7/6/2021).

Kericuhan itu diketahui terjadi ketika ada rapat pleno di kantor yang berada di Jalan Raja Kecik itu. Belasan polisi tampak hadir untuk mengamankan lokasi kericuhan yang dipicu oleh aksi penolakan dari kubu Azmi yang diisukan jabatannya sebagai Ketua DPRD Kabupaten Siak bakal diganti.

Koordinator aksi, Agus Saputra, yang mengatasnamakan Kader Penyelamat Partai Golkar Siak mencoba menerobos masuk dalam kantor sekretariat namun dihalangi kubu Ketua DPD II Golkar Siak, Indra Gunawan.

Massa kubu Azmi melakukan aksi bentang spanduk bertuliskan "Tolak pergantian pimpinan Ketua DPRD Kabupaten Siak". Sempat terjadi aksi saling dorong di pintu masuk kantor, massa kubu Indra Gunawan tetap kukuh tak memperbolehkan massa Azmi masuk.

Dikutip dari Antara, tak lama kemudian aksi berlanjut hingga saling pukul sesama kader. Tetapi akhirnya kondisi mulai kondusif karena perwakilan dari kubu Azmi diperkenankan masuk, dan petugas kepolisian yang berjaga di sana juga turut mengamankan.

Agus Saputra memaparkan sejumlah tuntutan yakni pertama dia sebagai kader Partai Golkar Siak menolak rapat pleno tentang penggantian pimpinan DPRD Siak. Menurutnya, proses dan mekanismenya telah menyalahi aturan.

Kedua, dasar penggantian Azmi sebagai Ketua DPRD Siak tidak didasari atas kesalahan dan pelanggaran sama sekali. Selama menjadi kader Golkar Azmi telah menunjukkan loyalitas dan dedikasinya secara materil dan moril, baik di momen Pilkada, Pemilu serta lainnya.

Ketiga, Agus menilai kubu Indra Gunawan berupaya untuk memecah belah Partai Golkar di Siak. Dan, keempat, Agus menuntut harus diberikan kesempatan kepada Azmi untuk memberikan klarifikasi.

"Semua ada mekanismenya, bukan langsung pleno penggantian pimpinan. Ini adalah pelanggaran dan pengangkangan aturan organisasi partai," ujarnya.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tak Banyak Berkomentar

Di luar rapat pleno, Ketua DPD II Partai Golkar Siak Indra Gunawan ketika ditemui tak banyak memberi komentar sebab tak ingin ada kelanjutan perpecahan di tubuh Golkar.

"Jangan dulu lah, masih belum kondusif. Yang terjadi ya seperti apa yang kawan-kawan media lihat tadi," singkatnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓