Polri Sebut Terduga Teroris Merauke Saling Berhubungan dengan JAD Makassar

Oleh Ady Anugrahadi pada 07 Jun 2021, 20:44 WIB
Diperbarui 07 Jun 2021, 20:44 WIB
Tim Gegana Polri Amankan Barang Bukti di Rumah Milik Terduga Teroris
Perbesar
Tim Gegana mengamankan barang bukti dari penggerebekan rumah milik terduga teroris di kawasan Condet, Jakarta, Senin (29/3/2021). Barbuk antara lain 5 bom aktif dan jenis bom sumbu yang siap digunakan, 5 toples bahan peledak serta bom yang siap digunakan seberat 1,5 kg. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta Polri menangkap belasan terduga teroris di Merauke, Papua. Disebutkan, memiliki keterkaitan dengan jaringan Jamaah Anshorut Daulah (JAD) dan kawanan dari Vila Mutiara Makassar.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono mengatakan, Densus 88 Antiteror terus menelusuri jaringan teroris tersebut, sehingga bisa disimpulkan bahwa mereka yang ditangkap saling terhubung satu sama lain.

"Sekali lagi ada kontak di antara mereka itu karena memang kasus di Merauke itu hasil pengembangan dari Makassar jadi Makassar, Balikpapan dan Merauke itu ada saling keterkaitan," kata dia di Mabes Polri, Jakarta, Senin (7/6/2021).

Rusdi menerangkan, jaringan teroris ini memanfaatkan media WhastApp Grup untuk saling berkomunikasi. Mereka disebut pernah berapa kali melakukan pertemuan antara mengelar kegiatan pengajian bersama.

"Ya di antara mereka sudah saling kenal orang-orang di Merauke. Mereka pernah ketemu (pengajian)," ucap dia.

Menurut Rusdi, terduga teroris memilih Merauke sebagai tempat persinggahan lantaran penegakan hukum dilakukan Densus 88 Antiteror begitu tinggi. Karena itu, ada dari mereka yang keluar dari Makassar dan bertolak Merauke.

"Karena aktivitas penegakkan hukum yang tinggi yang dilakukan oleh Densus 88 Antiteror terhadap kelompok-kelompok teroris tanah air," ucap dia.

 

Ditangkap

Sebelumnya, polisi menyebut terduga teroris yang ditangkap di Merauke telah melakukan sumpah setia atau baiat ke kelompok radikal Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Terduga teroris ditangkap oleh Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri di Merauke, Papua pada Jumat 28 Mei 2021.

Adapun terduga teroris yang diamankan yakni AK, SB, ZR, UAT, DS, SD, WS, YK, AP dan IK, dari 10 orang ada pasangan suami istri yakni AP dan IK (perempuan).

Penangkapan kembali berlanjut pada Minggu 30 Mei 2021. Saat itu, Densus 88 Antiteror Polri menangkap satu lagi anggota jaringan teroris Ansharut Daulah di Merauke.

Ada beberapa barang bukti yang ditemukan di sana seperti senapan angin, senjata tajam, dan juga ada peralatan panah. Selain itu, petugas menemukan beberapa cairan dan peralatan serta bahan kimia lainnya. Semua barang bukti tersebut masih dalam pendalaman mencari tahu isi kandungannya.

Menurut keterangan polisi, Kelompok JAD Merauke ini merencanakan aksi teror di Gereja Merauke, Polres Merauke dan Satlantas Merauke. Prang yang diamankan masuk dalam jaringan Anshor Daulah dan tersangkut dalam kasus bom bunuh diri awal Januari lalu di Makassar.

Para terduga teroris itu memang sering ke Makassar dan ada yang terkait kasus bom bunuh diri.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait