Metro Sepekan: Tewasnya Dua Pegawai PT KAI Tertabrak Kereta di Stasiun Cisauk

Oleh Devira PrastiwiPramita TristiawatiBam Sinulingga pada 07 Jun 2021, 09:00 WIB
Diperbarui 07 Jun 2021, 10:08 WIB
Ilustrasi – Sistem persinyalan kereta api tak terganggu akibat padamnya listrik (4/8/2019), tetapi kereta reguler terlambat lantaran KRL menutup jalur. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
Perbesar
Ilustrasi – Sistem persinyalan kereta api tak terganggu akibat padamnya listrik (4/8/2019), tetapi kereta reguler terlambat lantaran KRL menutup jalur. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Liputan6.com, Jakarta - Musyawarah Daerah (Musda) ke V DPD Partai Golkar Kota Bekasi akan segera digelar. Nama Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Ade Puspitasari pun kian mencuat.

Ade disebut sebagai calon terkuat untuk menggantikan posisi Rahmat Effendi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi periode 2021-2026 mendatang.

Menurut Pengurus DPP Partai Golkar sekaligus Ketua PPK Kosgoro 1957 Muslim Jaya Butarbutar, meski figur Rahmat Effendi masih sangat dibutuhkan, namun tetap diperlukan sebuah regenerasi agar kesinambungan Golkar Kota Bekasi bisa berjalan dengan baik.

Sementara itu, kabar duka menghampiri PT Kereta Api Indonesia (KAI), di mana, dua pegawainya tewas seketika akibat tertabrak kereta api pada Sabtu 5 Juni 2021 di Stasiun Cisauk, Kabupaten Tangerang, Banten.

Dijelaskan Kapolsek Cisauk AKP Fahad, insiden kecelakaan kereta itu yang menimpa P (60) dan N (30) itu terjadi pada Sabtu pukul 08.30 WIB.

Kemudian, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi memberikan klarifikasi kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Klarifikasi itu terkait data Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat (Pikobar) yang menyebut Kota Bekasi menempati peringkat pertama penambahan kasus Covid-19.

Pikobar sebelumnya mengeluarkan data yang menempatkan Kota Bekasi sebagai wilayah di urutan pertama penambahan kasus aktif terbanyak periode 24-30 Mei 2021, yakni sebanyak 757 kasus.

Berikut ulasan berita metro yang paling banyak dicari pembaca Liputan6.com dalam sepekan terakhir:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Jelang Musda Golkar Kota Bekasi, Ini Nama Calon Kuat yang Digadang Gantikan Rahmat Effendi

Ilustrasi Partai Golkar
Perbesar
Ilustrasi Partai Golkar

Jelang Musyawarah Daerah (Musda) ke V DPD Partai Golkar Kota Bekasi, nama Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Ade Puspitasari kian mencuat.

Ade digadang-gadang sebagai calon terkuat menggantikan posisi Rahmat Effendi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi periode 2021-2026.

Pengurus DPP Partai Golkar sekaligus Ketua PPK Kosgoro 1957, Muslim Jaya Butarbutar mengatakan, meski figur Rahmat Effendi masih sangat dibutuhkan, namun tetap diperlukan sebuah regenerasi agar kesinambungan Golkar Kota Bekasi bisa berjalan dengan baik.

"Saya kira ke depan sosok Rahmat Effendi tetap mengawal Partai Golkar Kota Bekasi. Dapat ditempatkan sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Kota Bekasi," kata Muslim, Kamis, 3 Juni 2021.

 

Selengkapnya...

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Dua Pegawai KAI Tewas Tertabrak Kereta di Stasiun Cisauk Tangerang

Ilustrasi Kecelakaan Kereta Api
Perbesar
Ilustrasi Kecelakaan Kereta Api (Liputan6.com)

Dua orang pegawai PT Kereta Api Indonesia (KAI) tewas seketika akibat tertabrak kereta api di Stasiun Cisauk, Kabupaten Tangerang, Sabtu (5/6/2021).

Kapolsek Cisauk, AKP Fahad mengatakan, insiden kecelakaan kereta itu terjadi pada Sabtu pukul 08.30 WIB. Korban yang berinisial P (60) dan N (30) diketahui tengah menyusuri lintasan rel kereta api.

"Jadi mereka ini merupakan karyawan PT KAI yang bertugas melakukan perawatan dan pembersihan rel. Saat itu, mereka tengah menyusuri lintasan rel untuk melakukan pengecekan," kata Kapolsek.

 

Selengkapnya...

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pemkot Bekasi Klarifikasi soal Peringkat Pertama Penambahan Covid-19 di Jabar

Penumpang KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Ikuti Tes Swab PCR
Perbesar
Petugas medis melakukan tes swab kepada pengguna KRL Commuter Line dengan metode polymerase chain reaction (PCR) di Stasiun Bekasi, Selasa, (5/5/2020). Pemkot Bekasi melakukan tes swab secara massal setelah tiga penumpang KRL dari Bogor terdeteksi terpapar virus corona (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi memberi klarifikasi kepada Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, terkait data Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat (Pikobar) yang menyebutkan, Kota Bekasi menempati peringkat pertama penambahan kasus Covid-19.

Pikobar sebelumnya mengeluarkan data yang menempatkan Kota Bekasi sebagai wilayah di urutan pertama penambahan kasus aktif terbanyak periode 24-30 Mei 2021, yakni sebanyak 757 kasus.

"Berdasarkan hasil rekapitulasi yang dilakukan Pemkot Bekasi terhadap penambahan positif terbanyak seminggu terakhir periode 24-30 Mei 2021 berjumlah 519 orang, sementara di data Pikobar terdapat 757 orang," kata Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Transformasi Pemulihan Ekonomi Kota Bekasi, Rahmat Effendi dalam keterangannya, Kamis, 3 Juni 2021.

Menurutnya, perbedaan data yang dimiliki Pemkot Bekasi dengan Pemprov Jawa Barat disebabkan beberapa hal. Di antaranya Pemkot Bekasi memiliki keterbatasan dalam mengakses data allrecord.

 

Selengkapnya...

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓