Survei Parameter: Elektabilitas Jokowi Masih Tertinggi Jika Boleh Maju Pilpres 2024

Oleh Liputan6.com pada 05 Jun 2021, 18:26 WIB
Diperbarui 05 Jun 2021, 18:26 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi)
Perbesar
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan target penurunan stunting 14 persen pada 2024 bukanlah pekerjaan mudah saat arahan di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (28/1/2021). (Biro Pers Sekretariat Presiden/Rusman)

Liputan6.com, Jakarta - Lembaga survei Parameter Politik Indonesia menyampaikan, elektabilitas Presiden Joko Widodo atau Jokowi masih unggul jauh dari tokoh nasional yang digadang-gadang bakal berkontestasi di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Parameter Politik Indonesia mengemukakan pertanyaan kepada responden siapa yang akan dipilih jika Jokowi masih diperbolehkan mencalonkan diri kembali pada Pilpres 2024 mendatang.

Hasilnya, elektabilitas Jokowi mencapai 21,6 persen. Terpaut jauh dari Prabowo Subianto 14 persen, Ganjar Pranowo 11,6 persen, Anies Baswedan 9,8, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY 5 persen. Serta tokoh-tokoh lainnya yang tidak sampai lima persen.

"Dalam skenario Pilpres dengan Jokowi diikutsertakan, tampak Jokowi masih memimpin dengan 21,6 persen elektabilitas," ujar Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno saat rilis survei secara daring, Sabtu (5/6/2021).

Kendati Jokowi masih disukai publik untuk mencalonkan sebagai calon presiden, sebagian besar tidak setuju jika mantan Gubernur DKI Jakarta itu memimpin Indonesia tiga periode.

52,7 persen responden tidak setuju masa jabatan diperpanjang menjadi tiga periode. Bila Jokowi maju untuk periode ketiganya, tingkat ketidaksetujuannya turun menjadi 45,3 persen.

Sementara yang setuju Jokowi tiga periode 25,3 persen. Secara umum yang setuju masa jabatan presiden diperpanjang menjadi 3 periode 27,8 persen.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Publik Tak Setuju Jabatan Presiden 3 Periode

Momen Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden
Perbesar
Joko Widodo atau Jokowi membacakan sumpah jabatan saat dilantik menjadi Presiden RI periode 2019-2024 di Gedung Nusantara, Jakarta, Minggu (20/10/2019). Jokowi dan Ma'ruf Amin resmi dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019-2024. (Liputan6.com/JohanTallo)

Adi menyimpulkan, meski Jokowi figur yang belum tergantikan sebagai presiden, namun publik masih menghormati supremasi hukum dan tegaknya demokrasi dengan menghindari wacana mantan Wali Kota Solo itu jadi RI 1 tiga periode.

"Secara langsung dapat disimpulkan bahwa walaupun Jokowi masih menjadi figur tak tergantikan hingga saat ini, namun publik lebih menghormati supremasi hukum dan tegaknya demokrasi dengan menghindari wacana Jokowi tiga periode," katanya.

Survei Parameter Politik Indonesia memiliki sampel sebanyak 1.200 responden. Survei ini dilakukan melalui wawancara telepon pada 23-28 Mei 2021. Survei memiliki margin of error kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

 

Reporter: Ahda Bayhaqi

Merdeka.com

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis Isu Jabatan Presiden 3 Periode Kembali Berembus

Infografis Isu Jabatan Presiden 3 Periode Kembali Berembus. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Isu Jabatan Presiden 3 Periode Kembali Berembus. (Liputan6.com/Abdillah)
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by