Rayakan Bulan Bung Karno, Pramono Anung dan Sekjen PDIP Bersepeda di Yogyakarta

Oleh Lizsa Egeham pada 05 Jun 2021, 11:33 WIB
Diperbarui 05 Jun 2021, 12:23 WIB
Sekretaris Kabinet Pramono Anung Wibowo dan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto merayakan Bulan Bung Karno di Daerah Istimewa (D.I) Yogyakarta.
Perbesar
Sekretaris Kabinet Pramono Anung Wibowo dan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto merayakan Bulan Bung Karno di Daerah Istimewa (D.I) Yogyakarta.

Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Kabinet Pramono Anung Wibowo dan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto merayakan Bulan Bung Karno di Daerah Istimewa (D.I) Yogyakarta. Untuk menyampaikan pesan Bung Karno dan di masa pandemi Covid-19, keduanya bersepeda guna mengajak masyarakat menjaga kesehatan.

"Bung Karno mengatakan Men Sana in Corpore Sano, dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Mari rayakan Bulan Bung Karno dengan menjaga kesehatan kita, dengan cara apapun yang bisa kita lakukan, khususnya di masa pandemi ini," kata Pramono dikutip dari siaran persnya, Sabtu (5/6/2021).

Kendati begitu, dia mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga protokol kesehatan selama berolahraga agar tak terpapar virus corona. Mulai dari, memakai masker, mencuci tangan dengan rajin, dan menjaga jarak aman.

Pramono dan Hasto memulai bersepeda dari Jalan Sudirman, Yogyakarta bersama sejumlah rekan kerja dan kolega di PDIP. Mereka berkeliling Yogyakarta sampai melewati Bendungan Ancol di Kalibawang, untuk mengarah kembali ke titik awal.

"Lumayan, ditargetkan 102 kilometer total jaraknya," ucap Hasto.

Menurut dia, Yogyakarta merupakan bauran sempurna sebagai kota revolusi, kota kebudayaan, pendidikan, dan pusat pengembangan kebudayaan Jawa. Sepanjang perjalanan, Hasto dan peserta rombongan melihat langsung bagaimana Yogyakarta mengedepankan nilai-nilai kultural penuh dengan kreativitas dan daya cipta.

"Hidup dalam tradisi kebudayaan ini membuktikan bagaimana Pancasila hidup dalam keseharian masyarakat Yogya. Masyarakatnya sangat toleran dan bergotong royong," ujarnya.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

Saksikan video pilihan di bawah ini:


Menjaga Keseimbangan

Hasto juga mengatakan bahwa keindahan Yogyakarta tersebut sejalan dengan nilai 'memayu hayuning bawana', yang beresensi menjaga keseimbangan jagad raya. Oleh sebab itu, dia menilai keindahan alam di Yogyakarta harus dijaga agar kehidupan manusia tidak rusak.

"Esensinya kira-kira sama dengan bagaimana kita harus menjaga kesehatan tubuh kita lewat asupan gizi yang baik serta ditambahi aktivitas seperti berolahraga. Sehingga tubuh kita pun tetap sehat," jelasnya.

Hal ini, kata dia, sejalan dengan yang disampaikan Bung Karno melalui semboyan men sana in corpore sano. Dia menyebut semboyan ini mengingatkan bangsa Indonesia menjaga spirit sehat diri.

"Sehingga akan selalu siap serta mampu membangun Indonesia Maju," tutur Hasto.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya