319 Sekolah di Kota Bandung Siap Gelar Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Oleh Muhammad Ali pada 05 Jun 2021, 06:47 WIB
Diperbarui 05 Jun 2021, 06:47 WIB
FOTO: Penerapan Pembelajaran Tatap Muka Sekolah di Bandung
Perbesar
Siswa SMP menerapkan jarak sosial saat pembelajaran tatap muka di Sekolah Islam Ibnu Aqil Ibnu Sina, Soreang, Bandung, Jawa Barat, Rabu (5/8/2020). Indonesia akan mengizinkan sekolah di zona hijau COVID-19 melakukan pembelajaran tatap muka di bawah protokol kesehatan yang ketat. (Xinhua/Septianjar)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat, menyatakan siap menggelar uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di 319 sekolah mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga SMA, baik negeri maupun swasta.

Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna pada uji coba PTM terbatas ini pihaknya akan menguji kesiapan proses pembelajaran. Selain infrastruktur penunjang protokol kesehatan, juga bakal dipantau penerapan skema pola pembelajaran.

"Mulai dari perilaku tenaga pengajar, siswa, dan pengaturan proses belajar. Kemudian infrastukturnya dan sebagainya," kata Ema di Bandung, Jumat 4 Juni 2021.

Di Kota Bandung terdapat 3.523 sekolah yang terdiri dari semua jenjang. Namun dari total tersebut, hanya 319 sekolah yang lolos verifikasi tim monitoring dan evaluasi gabungan Dinas Pendidikan dengan Dinas Kesehatan, serta Satgas Penanganan COVID-19.

"Disdik, Dinkes dan semua camat kompak, mereka sudah koordinasi secara maksimal. Mulai dari seleksi administrasi kemudian ada proses filterisasi. Sebanyak 319 sekolah inilah yang pada 7-18 juni akan melakukan simulasi," kata Ema.

Menurut Ema, nantinya pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka terbatas itu akan dihadiri secara langsung oleh siswa 10-25 persen dari kapasitas setiap sekolah.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Siswa Bawa Makan dari Rumah

Selain menguji kesiapan secara fisik seperti sarana prasarana protokol kesehatan COVID-19, pihaknya juga akan menguji sistem pembagian waktu PTM.

"Harus juga diperhatikan sistem pembelajaran hanya 2 kali 60 menit, pembagian sif, tidak ada kantin, siswa bawa makanan dan minuman masing-masing, tidak ada PKL. Itu harus dibuktikan," kata dia.

Menurut Ema, PTM terbatas ini menjadi tahapan pertama yang akan dipersiapkan oleh Pemkot Bandung dalam rangka mengembalikan kondisi proses pembelajaran. Maka dari itu, setiap prosesnya harus dilakukan secara teliti.

"PTMT ini menuju satu waktu idealnya kepada new normal. Ada tahapan sekarang uji coba, masa transisi, AKB kemudian new normal. Itu idealnya. Mudah-mudahan seiring melandainya kasus pandemi," katanya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓