KSAD Andika Perkasa Marah Besar Ada Iuran Ilegal di Jenjang Pendidikan TNI AD

Oleh Muhammad Radityo Priyasmoro pada 03 Jun 2021, 05:25 WIB
Diperbarui 03 Jun 2021, 05:25 WIB
KSAD Paparkan Status Taruna Akmil Enzo Allie
Perbesar
KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa memberi keterangan pers terkait taruna Akademi Militer (Akmil) Enzo Zenz Allie di Mabes AD, Jakarta, Selasa (13/8/2019). Menurut Andika, Enzo berpegang teguh kepada Pancasila. (Liputan6 com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa marah besar mendengar adanya laporan iuran gelap yang terjadi di tiap jenjang pendidikan Angkatan Darat. Menurut dia, hal itu menjadi pemerasan terhadap anggota TNI AD yang tengah menempuh pendidikan.

"Sudahlah, kasihan, yang pendidikan enggak semua mereka orang bearada, kalau berada ngapain jadi tentara, mayoritas mereka itu menengah ke bawah, tidak kasihan kita sama mereka? tidak ada lagi!," tegas Andika saat Rapat Pimpinan TNI AD 2021, seperti dikutip dari rekaman video yang diterima Liputan6.com, Rabu (2/6/2021) malam.

Andika mengaku, iuran-iuran tersebut didapatnya dari laporan yang masuk ke meja kerjanya. Namun demikian, Andika tidak menembak secara spesifik, dinas pendidikan apa yang melakukan iuran terselebung tersebut, mulai dari Rindam, Pusdik, Seskoad, hingga Akmil.

"Dalam dua minggu, kalau saya masih dengar ada laporan tadi, saya anggap komandannya tahu. Berarti akan ada konsekuensi, siap-siap saja, jangan ragukan keseriusan saya, saya buktikan!," wanti Andika.

Andika menjelaskan, sebagai prajurit militer, tentunya para perwiranya dituntut untuk hidup menyesuaikan keadaan. Bukan sebaliknya, mencari celah di tengah himpitan.

"Bahwasannya oh itu kita sepatunya kurang, tidak apa-apa, kita bisa dulu itu bagian dari cara kita berlatih," ingat Andika.

Andika pun mendorong kepada prajurit militer untuk bisa lebih rajin mencuci sepatu jika dibutuhkan bersih pascaberlatih, bukan justru memperbanyak sepatu cadangan.

"Setelah berlatih, mau tidak kita cuci malamnya? jangan kita mau cadangannya banyak, tetapi yang lebih penting jangan ada anggapan seolah iuran ini menjadi keharusan dan mungkin ada yang memanfaatkan," jelas dia.

 

Tak Ada Ruang untuk 'Petualang' di TNI

Andika meyakini, asisten personel (Aspers) telah menyediakan anggaran untuk kebutuhan para anggota di tiap dinas pendidikan. Dia pun berharap tidak ada lagi celah bagi mereka para pemain iuran gelap di TNI AD.

"Dinas Aspers telah merencanakan ada uang makan, ada uang saku atau apapun namanya sebelum dilantik sudah ada dan itu semua sudah cukup. Jadi tidak ada ruang lagi bagi 'petualang'," tegas Andika memungkasi.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓