10 Terduga Teroris di Merauke Rencanakan Aksi Teror di Gereja dan Polres

Oleh Liputan6.com pada 01 Jun 2021, 06:32 WIB
Diperbarui 01 Jun 2021, 06:32 WIB
Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono
Perbesar
Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono (depan). (foto: dokumentasi Humas Polri)

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Argo Yuwono mengungkap 10 terduga teroris yang ditangkap di Merauke, Papua pada 28 Mei 2021 lalu oleh Tim Densus 88 Antiteror, akan melakukan aksi teror di sejumlah gereja.

"Yang bersangkutan (10 terduga teroris) itu merencanakan aksi teror di gereja di Merauke, Polres Merauke, dan Satlantas Merauke itu. Sasarannya melakukan aksi teror," kata Argo saat jumpa pers, Senin (31/5/2021).

Argo menyampaikan saat penangkapan ke-10 terduga teroris ini Tim Densus 88 turut menyita sejumlah barang bukti seperti senapan angin, senjata tajam, peralatan panah, termasuk cairan.

"Kemudian juga ada beberapa cairan yang masih dalam pendalaman yang kita temukan di sana. Masih kita dalami apa cairan itu, apa isinya, maupun ada beberapa peralatan lain bahan kimia yang ada di sana yang ditemukan," sebutnya.

Ke-10 terduga teroris itu pun saat ini sedang diperiksa, yang mana diketahui jika mereka turut tergabung dalam kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang terafiliasi kepada ISIS.

"Tentunya penyidik Densus 88 saat ini sedang intensif memeriksa. Tentunya memeriksa itu tidak sekaligus selesai, masih ada teknis dan taktik dari Densus biar yang bersangkutan memberikan keterangan yang terang, keterangan apa yang mereka alami," katanya.

Sebelumnya, Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri menyatakan, 10 orang terduga teroris yang diamankan di Merauke terindikasi jaringan Ansharut Daulah.

"Memang benar ke 10 orang yang diamankan masuk dalam jaringan Ansharut Daulah dan tersangkut dalam kasus bom bunuh diri awal Januari lalu di Makassar. Ke 10 teroris itu diamankan sejak Jumat (28/5/2021) dan dijadwalkan Rabu (2/6/2021) diterbangkan ke Jayapura," kata Kapolda Papua Irjen Pol Fakhiri di Jayapura, Minggu malam.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Akan Lakukan Bom Bunuh Diri

Dijelaskan, para terduga teroris itu memang sering ke Makassar dan ada yang terkait kasus bom bunuh diri. Sebanyak 10 teroris yang diamankan yakni AK, SB, ZR, UAT, DS, SD, WS, YK, AP, dan IK. Dan dari 10 orang ada pasangan suami istri yakni AP dan IK (perempuan).

Mereka diamankan karena terindikasi hendak melakukan bom bunuh diri di sejumlah gereja di sekitar Merauke. Saat diamankan, Densus 88 juga mengamankan berbagai barang bukti seperti aneka senjata tajam dan senjata api, kata Fakhiri seraya menambahkan ada laporan kelompok tersebut sudah membaiat sehingga masih terus didalami.

"Kita tunggu hasil penyelidikan yang dilakukan Densus 88," kata Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri.

Reporter: Bachtiarudin Alam

Sumber: Merdeka

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓