Uji Coba Tatap Muka Jenjang SD di Kota Bogor Diundur Juni 2021

Oleh Achmad Sudarno pada 31 Mei 2021, 12:55 WIB
Diperbarui 31 Mei 2021, 12:57 WIB
FOTO: Pemkot Bogor Uji Coba Pendidikan Tatap Muka di 37 Sekolah
Perbesar
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat meninjau pelaksanaan uji coba pendidikan tatap muka (PTM) di SMPN 15, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (31/5/2021). Pemerintah Kota Bogor menggelar uji coba PTM di 37 sekolah hari ini dengan protokol kesehatan yang ketat. (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kota Bogor baru akan menerapkan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) untuk jenjang sekolah dasar (SD) pada akhir Juni 2021 mendatang.

"Untuk SD mulai tanggal 21 Juni 2021, masih dalam proses verifikasi," ujar Wali Kota Bogor Bima Arya, usai meninjau uji coba PTM di SMPN 15, Senin (31/5/2021).

Saat ini, uji coba belajar tatap muka baru dilaksanakan untuk jenjang SMP yaitu sebanyak 37 sekolah. Itu pun dilaksanakan secara bergiliran, sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Kota Bogor. Dari 37 SMP, dibagi menjadi 9 sekolah setiap harinya.

"Jadi sudah ada jadwalnya, bergantian. Ketika semuanya lancar ya mulai agak lebih banyak. Kita tidak ingin serentak karena terlalu berisiko, jadi sekarang pengenalan dulu sampai kita mempelajari kelemahannya apa saja," ujarnya.

Sejauh ini, ia melihat fasilitas infrastruktur protokol kesehatan di sekolah yang melaksanakan belajar tatap muka sudah memadai. Mulai alat deteksi suhu tubuh hingga ruang isolasi apabila ada siswa mengalami gejala Covid-19.

"Saya titip kepada pendidik, kepada guru untuk taat kepada prokes jadi tetap jaga jarak, tidak bergerombol dan tidak buka masker. Dan guru-guru ini juga yang harus paling sehat," ucapnya.

 

 

Tahap Awal Uji Coba

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Hanafi mengatakan, sistem pembelajaran tatap muka di sekolah secara bergilir ini merupakan tahap awal uji coba. Apabila, pada pelaksanaannya berjalan lancar, maka akan dilanjutkan dan diterapkan setiap hari dan ikuti di sekolah-sekolah lain yang sebelumnya telah mengusulkan PTM.

"Dan tentunya sistem bergilir ini untuk meminimalisir resiko penularan dan penyebaran Covid-19 dan memudahkan pengawasan petugas Satgas Covid-19 di setiap sekolah," kata Hanafi.

Hanafi menambahkan, total ada 73 sekolah di Kota Bogor termasuk jenjang SD yang mengajukan untuk melaksanakan PTM. Namun dari jumlah itu, diputuskan sebanyak 37 sekolah jenjang SMP yang diprioritaskan melaksanakan PTM.

Sedangkan PTM untuk jenjang sekolah dasar belum dapat dilaksanakan, karena masih dilakukan evaluasi oleh Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor. Rencana semula, Pemkot Bogor juga akan menggelar PTM untuk jenjang SD, selain SMP.

"Pada prinsipnya sekolah yang ada di Kota Bogor ini sudah siap (gelar PTM). Tapi langkah-langkah operasional (tetap) harus dilakukan,” ucapnya.

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓