Kapolda Papua: Terduga Teroris di Merauke Masuk Jaringan Ansharut Daulah

Oleh Muhammad Ali pada 31 Mei 2021, 04:22 WIB
Diperbarui 31 Mei 2021, 04:22 WIB
Ilustrasi Tangkap Teroris 2 (Liputan6.com/M.Iqbal)
Perbesar
Ilustrasi Tangkap Teroris 2 (Liputan6.com/M.Iqbal)

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri menyatakan, 10 orang terduga teroris yang diamankan di Merauke terindikasi jaringan Ansharut Daulah.

"Memang benar ke 10 orang yang diamankan masuk dalam jaringan Ansharut Daulah dan tersangkut dalam kasus bom bunuh diri awal Januari lalu di Makassar. Ke 10 teroris itu diamankan sejak Jumat (28/5) dan dijadwalkan Rabu (2/6) diterbangkan ke Jayapura," kata Kapolda Papua Irjen Pol Fakhiri di Jayapura, Minggu malam (30/5/2021), seperti dikutip dari Antara.

Dijelaskan, para terduga teroris itu memang sering ke Makassar dan ada yang terkait kasus bom bunuh diri.

Sebanyak 10 teroris yang diamankan yakni AK, SB, ZR, UAT, DS, SD, WS, YK, AP, dan IK. Dan dari 10 orang ada pasangan suami istri yakni AP dan IK (perempuan).

Mereka diamankan karena terindikasi hendak melakukan bom bunuh diri di sejumlah gereja di sekitar Merauke.

 

Amankan Sejumlah Barang

Saat diamankan, Densus 88 juga mengamankan berbagai barang bukti seperti aneka senjata tajam dan senjata api. Fakhiri mengungkapkan ada laporan kelompok tersebut sudah membaiat sehingga masih terus didalami.

"Kita tunggu hasil penyelidikan yang dilakukan Densus 88," kata Fakhiri.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓