6 Pernyataan Rizieq di Sidang Kasus RS Ummi hingga Rasa Kesalnya ke Bima Arya

Oleh Liputan6.com pada 27 Mei 2021, 20:33 WIB
Diperbarui 27 Mei 2021, 20:33 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menjadi saksi dalam persidangan kasus Rizieq Shihab. (Istimewa)
Perbesar
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menjadi saksi dalam persidangan kasus Rizieq Shihab. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Sidang Rizieq Shihab terkait perkara hasil tes swab di Rumah Sakit Ummi Bogor, Jawa Barat telah digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (27/5/2021).

Adapun agenda yang dijalani hari ini yaitu pemeriksaan para terdakwa antara lain Rizieq Shihab, menantunya Hanif Alatas, dan juga Dirut RS Ummi Andi Tatat.

Saat sidang berlangsung, mantan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) ini menuturkan sejumlah pernyataan. Rizieq menyebut, dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) soal penyebaran berita bohong adalah fitnah.

"Saya punya menantu bikin video dikirim ke kerabat sahabat yang akhirnya keresahan mereka hilang. Jadi mereka yang tadinya resah hilang, tidak resah lagi dengan adanya video tersebut," kata Rizieq Shihab ketika jadi saksi mahkota saat sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis. 

Rizieq juga mengklaim bahwa saat itu dirinya memang berada di rumah sakit dan dirawat. Namun, tidak sedang dalam kondisi kritis seperti yang ramai disampaikan di media sosial.

Dalam kesaksiannya, Rizieq juga mengungkap kekesalannya pada Wali Kota Bogor Bima Arya terkait pernyataan yang membuat dirinya resah saat tengah menjalani perawatan di RS Ummi akibat reaktif Covid-19.

"Jadi artinya berita hoaks ditambah koar-koar Wali Kota Bogor di media akhirnya menambah keresahan yang terjadi di tengah masyarakat," ungkap Rizieq Shihab.

Berikut sejumlah pernyataan Rizieq Shihab saat menjalani sidang kasus perkara hasil tes swab di RS Ummi dihimpun Liputan6.com:

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

1. Dakwaan Jaksa Terkait Penyebaran Berita Bohong Disebut Fitnah

Saat diperiksa sebagai saksi mahkota, Rizieq mengatakan dakwaan jaksa soal penyebaran berita bohong Rizieq adalah fitnah. Hal tersebut dapat dilihat dalam video yang direkam oleh Hanif Alatas pada 27 November 2020 bahwa dirinya sehat.

Rizieq menyesal, video yang awalnya dibuat saat sehat dan dikirim kepada kerabat serta masyarakat agar mereka tidak resah justru dijadikan bahan dakwaan oleh jaksa yang menganggapnya berbohong.

"Yang pada akhirnya video tersebut dituduhkan oleh penyidik dan JPU dituduhkan berbohong yang mengatakan saya itu baik-baik saja itu yang pertama," ujar Rizieq.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

2. Dirawat dalam Kondisi Sehat dan Tidak Sekarat

Lalu, Rizieq juga mengklaim bahwa apa yang disampaikan Dirut RS Ummi Bogor, Andi Tatat terkait kondisinya yang tengah menjalani perawatan adalah benar.

Rizieq mengaku menjalani perawatan dengan sehat dan tidak kritis sebagaimana rumor yang tersebar di media sosial.

"Saya tahu beliau ada wawancara di luar apa betul Habib Rizieq pakai ventilator kritis parah nah beliau menjawab habib Rizieq saat ini baik-baik saja mengikuti pemeriksaan. Artinya pemeriksaan saya belum tuntas PCR belum ada majelis hakim," kata Rizieq.

"Akhirnya gara-gara wawancara itu pun saudara Andi Tatat dituduh berbohong ini yang membuat kami berada di ruang sidang. Padahal yang saya tahu baik habib Hanif maupun Andi Tatat dengan cara disampaikan justru menghilangkan keresahan yang terjadi akibat berita-berita hoaks," sambungnya.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

3. Aksi Bima Arya Membuat Resah

Saat sidang berlangsung, Rizieq kembali menyoroti aksi yang dilakukan Wali Kota Bogor, Bima Arya. Aksi Bima Arya saat itu ditambah adanya berita hoaks membuat dirinya semakin resah saat menjalani perawatan di RS Ummi. 

Awalnya, Rizieq mengatakan perawatannya di RS Ummi dipenuhi dengan berita bohong atau hoaks. Bahkan, Bima Arya pun turut menyampaikan hal serupa di media sosial sehingga ikut terseret dalam kasus ini.

Padahal kata Rizieq, sebelumnya dia bersama pihak RS Ummi telah sepakat untuk merahasiakan kondisi dirinya saat dirawat. Hal itu dilakukan agar keadaan di masyarakat tetap terjaga ketertibannya mengingat dirinya baru saja tiba dari Arab Saudi saat itu.

Namun demikian, kondisi berkata lain. Pemberitaan yang disebutnya hoaks itu sudah terlanjut menyebar secara luas ke masyarakat, ditambah pernyataan Bima Arya yang semakin membuat resah dirinya.

Meski begitu, Rizieq Shihab mengatakan, dia tetap memaklumi perilaku dari Bima Arya. Akan tetapi, perbuatan dari orang nomor satu di Kota Bogor tersebutlah yang membuat dirinya merasa tak enak hati dengan RS Ummi.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

4. Merahasiakan Demi Ketertiban Masyarakat

Rizieq mengatakan, sebelumnya ia telah sepakat dengan pihak RS Ummi untuk merahasiakan berita dirinya dirawat. Hal tersebut disepakati agar masyarakat tetap tertib mengingat dirinya baru tiba dari Arab Saudi saat itu.

Namun, niat baiknya justru membuat keadaan memburuk. Pemberitaan yang disebut hoaks tersebut telah menyebar luas ke masyarakat dan pernyataan yang dilontarkan Bima membuat dirinya tambah resah.

"Pada saat saya masuk ke rumah sakit saya punya kesepakatan dengan rumah sakit supaya perawatan saya dirahasiakan, karena saya takut nanti (masyarakat tahu) rumah sakit sepakat. Dan saya siap mengikuti arahan rumah sakit mau berapa lama saya dirawat apapun penyakitnya. Tapi karena Wali Kota Bogor koar-koar di media akhirnya masyarakat jadi tahu di mana-mana," tutur Rizieq.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

5. Kesal dengan Aksi Bima Arya

Selain itu, Rizieq juga melontarkan kekesalannya terhadap Bima Arya yang melaporkan RS Ummi ke pihak kepolisian.

Padahal, Rizieq telah mengklaim bahwa ia tak pernah menghalang-halangi petugas medis yang ada selama dirinya tengah melakukan perawatan pada November 2020 silam.

Terlebih lagi, saat itu telah ada kesepakatan antara Tim MER-C, pihak RS Ummi dengan Bima Arya soal pelaksanaan tes swab PCR.

Namun, setelah itu Rizieq justru terkejut lantaran Bima Arya melaporkan pihak terkait RS Ummi ke polisi usai adanya kesepakatan untuk menyerahkan hasil swab Rizieq.

"Cuman saya terkejut habis pertemuan malam itu jam 9 selesai ada rapat Wali Kota jam 10 malam dengan Satgas dan Kapolres Kota Bogor untuk melaporkan RS UMMI ke polisi dan itu dilakukan lewat tengah malam," kata Rizieq saat sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (27/5/2021).

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

6. Sebut Bima Tak Memiliki Etika

Tak hanya itu, Rizieq bahkan kecewa dengan langkah yang dilakukan Bima. Bahkan, Rizieq menyebut orang nomor satu di Bogor itu tak memiliki sopan satun dan etika yang baik.

"Itulah salah satu yang menyebabkan saya nggak percaya kalau timnya periksa PCR saya. Saya percaya kalau dia punya etika sopan santun, saya mau tes PCR. Tapi kalau perilakunya sudah begini jangan-jangan nanti hasilnya dioper kemana-mana," tuturnya.

Rizieq pun menganggap adanya desakan melakukan tes swab PCR saat dirinya tengah dirawat justru dijadikan Bima Arya sebagai panggung politiknya.

"Jadi maksud saya kalau dia (Bima Arya) mau koar-koar begitu bicara dulu. Jangan sakit saya, penderitaan saya dijadikan sebagai konsumsi panggung politik dia. Ini yang saya tidak terima," ungkapnya.

 

Cinta Islamiwati

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓