Ragam Ucapan dan Doa Para Tokoh di Hari Raya Waisak

Oleh Devira Prastiwi pada 27 Mei 2021, 09:17 WIB
Diperbarui 27 Mei 2021, 09:23 WIB
Persiapan Waisak di Wihara Ekayana Arama
Perbesar
Seorang pria berdoa disela persiapan menyambut perayaan Waisak di Wihara Ekayana Arama, Jakarta Barat, Selasa (25/5/2021). Wihara ini melakukan persiapan untuk menyambut rangkaian Hari Raya Waisak 2565 BE pada 26 Mei 2021 yang akan berlangsung secara virtual esok hari. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Hari Raya Waisak sudah diperingati pada Rabu, 26 Mei 2021. Sejumlah tokoh pun tak ketinggalan mengucapkan Hari Raya Waisak.

Salah satunya dari Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas. Tak hanya mengucapkan Selamat Hari Waisak kepada umat Buddha, dirinya juga mengapresiasi komitmen umat Buddha dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

"Melalui momentum peringatan Hari Tri Suci Waisak 2565 tahun buddhis ini, saya berpesan kepada seluruh umat Buddha untuk terus merekatkan tali persaudaraan antarsesama," ujar Gus Yaqut, sapaan akrabnya, di Jakarta, Rabu, 26 Mei 2021.

Senada, Presiden Joko Widodo atau Jokowi juga mengingatkan jika perayaan Waisak kali ini adalah tahun kedua di tengah pandemi Covid-19.

"Untuk saudara-saudaraku umat Buddha, Tri Suci Waisak pada hari ini tiba saat dunia masih dicengkeram pandemi," kata Jokowi seperti dikutip dari akun Instagram pribadinya @jokowi.

Berikut sejumlah ucapan Hari Raya Waisak dari para tokoh dihimpun Liputan6.com:

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

PDIP

(Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Perbesar
Sekjen DPP PDIP Hasto Kristianto (Foto: Dok Istimewa)

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengucapkan selamat Hari Trisuci Waisak 2021. PDIP Perjuangan berharap, perayaan Waisak ini dapat menebar kebaikan melalui darma.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan Hari Raya Waisak mengingatkan pada tiga peristiwa suci dalam kehidupan Buddha Gautama, yaitu kelahiran, pencapaian pencerahan sempurna, dan kemangkatan Sang Buddha.

"Tiga peristiwa suci itu terjadi pada hari purnama sidi, bulan Waisak. Bulan purnama yang menyertai peringatan Trisuci Waisyak penuh tradisi kontemplasi yang semakin memperkuat spiritualitas bangsa. Nusantara adalah negeri spiritual yang begitu kaya dengan tradisi yang begitu hidup guna menjabarkan kehendak Sang Pencipta dalam kehidupan anak bangsa yang toleran, dan kedepankan semangat ber-bhinneka tunggal ika," kata dia dalam keterangan, Rabu, 26 Mei 2021.

Hasto menyebut, PDIP sebagai rumah kaum nasionalis, menjadikan prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa untuk dipraktikkan bersama dengan prinsip lainnya, khususnya kemanusiaan, persatuan-kebangsaan, musyawarah-mufakat, dan keadilan sosial.

"Dalam setiap peringatan hari besar agama, termasuk Trisuci Waisak, keseluruhan aspek kemanusiaan diekspresikan guna meneladani sifat Tuhan dalam kehidupan berbangsa. Karena itulah agama selalu mengajarkan kebaikan dan menjauhkan menjauhkan berbagai bentuk kekerasan," ungkapnya.

Dalam agama Buddha, kata Hasto, ada ajaran untuk mempersatukan, bukan memecah belah bangsa.

"Agama juga menjauhkan diri dari berbagai tindakan yang memecah belah bangsa. Sebaliknya agama mengajarkan welas asih, budi pekerti, kerendahan hati, dan hasrat untuk selalu berbuat kebaikan bagi kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara. Selamat merayakan Trisuci Waisak," tandas Hasto.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Gubernur DKI Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
Perbesar
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan | instagram.com/aniesbaswedan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengapresiasi tema perayaan Waisak 2021 yang diusung Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi), yakni membangkitkan semangat persatuan di Indonesia.

Anies Baswedan mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara yang beragam, mulai dari suku, bahasa, hingga budayanya.

"Karena itulah kita harus mengusahakan persatuan. Karenanya saya sering menggarisbawahi, yang unik dari lndonesia bukan bhinekanya, karena banyak bangsa lain lebih bhineka dari Indonesia," kata Anies di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menyebut, keragaman merupakan sebuah ciptaan Tuhan, namun persatuan adalah usaha sesama manusia.

Kata Anies, persatuan yakni perasaan kesetaraan, kebersamaan, hingga bekerja bersama-sama. Seperti halnya keberagaman yang ada di Ibu Kota.

"Kami di DKI Jakarta mengikhtiarkan itu karena kami percaya bahwa Jakarta adalah bhinneka, Jakarta adalah beragam dan tugas kita adalah menghadirkan perasaan persatuan, menghadirkan perasaan kebersamaan," ujar dia.

Kebersamaan yang dimaksud meliputi dalam bidang sosial ekonomi, latar belakang keluarga, agama, hingga suka bangsa. Anies mengharapkan persatuan terus diupayakan di Jakarta.

Anies menuturkan, saat ini Pemprov DKI Jakarta terus mendorong adanya kesetaraan di masyarakat. Salah satunya yakni program bantuan operasional tempat ibadah (BOTI).

"Dan kita lakukan juga lewat pembangunan taman, pembangunan trotoar, pembangunan tempat tempat di mana kita merasakan kesetaraan lintas status, ikhtiarnya apa, iya merasakan kita punya kesamaan," jelas dia.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Satgas Covid-19

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito
Perbesar
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito. (Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr)

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengimbau perayaan Hari Raya Waisak yang jatuh pada hari ini, 26 Mei 2021 tetap menerapkan protokol kesehatan. Penyelenggaraan ibadah pun bisa dilakukan secara sederhana.

"Kami berharap perayaan Waisak bagi umat Budha Indonesia menjadi momentum mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dan sangat diharapkan, perayaan dan kegiatan ibadah dilakukan dengan disiplin protokol kesehatan," kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito di Media Center Covid-19, Graha BNPB, Jakarta.

Kementerian Agama juga telah mengeluarkan Surat Edaran No. 11 tahun 2021 yang mengatur protokol kesehatan selama rangkaian pelaksanaan ibadah Hari Raya Waisak.

Kepada panitia penyelenggara dan umat Budha di Indonesia diminta mengikuti protokol kesehatan dan ketentuan lain yang diatur surat edaran tersebut.

"Serta selalu mempertimbangkan zonasi risiko bagi yang ingin melakukan kegiatan ibadah di rumah ibadah. Dengan mematuhi surat edaran ini, seluruh rangkaian kegiatan ibadah dapat berlangsung secara aman dan khidmat," kata Wiku.

"Diharapkan surat edaran ini menjadi panduan bagi umat Budha Indonesia dalam merayakan Hari Waisak Tahun 2021," sambung dia.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Menteri Agama

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas
Perbesar
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas (Foto: dokumentasi Kementerian Agama)

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengingatkan semua penyelenggara perayaan Hari Raya Waisak menaati protokol kesehatan dan zona aman Covid-19 sesuai dengan Surat Edaran nomor 11 tahun 2021 tentang Puja Bhakti/Sembahyang dan Dharmasanti Hari Raya Tri Suci Waisak 2565 saat pandemi Covid-19.

Yaqut atau lebih karib disapa Gus Menteri ini mengatakan, panduan diterbitkannya aturan tersebut dalam rangka memberikan rasa aman kepada umat Buddha selama menjalankan ibadah dan perayaan Waisak.

"Panduan diterbitkan dalam rangka memberikan rasa aman kepada umat Buddha dalam penyelenggaraan Puja Bhakti/Sembahyang dan Dharmasanti Hari Raya Tri Suci Waisak 2565 Tahun Buddhis/2021," tulis Yaqut dalam keterangan resmi diterima.

Yaqut memaparkan, kegiatan sosial seperti Karya Bakti di Taman Makam Pahlawan dan Bakti Sosial menyambut Hari Raya Tri Suci Waisak harus dilaksanakan dengan ketentuan sebagai memastikan semua peserta yang mengikuti kegiatan sosial dalam kondisi sehat.

"Seluruh peserta wajib mengenakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, memberikan salam dengan Anjali (mengatupkan kedua belah tangan di depan dada) dan melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat," jelas Yaqut dalam surat edarannya.

Yaqut juga meminta, pengaturan jumlah peserta kegiatan sosial maksimal 30 persen dari kapasitas tempat kegiatan agar memudahkan penerapan jaga jarak; dan Kegiatan sosial dilaksanakan dengan waktu seefisien mungkin.

Untuk kegiata Puja Bhakti/Sembahyang dan Meditasi detik Waisak pada pukul 18.13.30 WIB, Yaqut mengatakan, hal itu dapat dilaksanakan baik di lingkungan rumah ibadah maupun tempat umum.

"Rangkaian acara menyambut Hari Waisak seperti pengambilan api dan air yang melibatkan umat dalam jumlah banyak ditiadakan," catat Yaqut.

Kemudian untuk kegiatan Puja bhakti/Sembahyang dan Meditasi detik Waisak dapat dilaksanakan di rumah ibadah atau tempat umum secara terbatas hanya untuk anggota sangha dan/atau pengelola/pengurus rumah ibadah.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Wapres

Wakil Presiden Ma'ruf Amin. (Biro Pers Sekretariat Wapres)
Perbesar
Wakil Presiden Ma'ruf Amin. (Biro Pers Sekretariat Wapres)

Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menyampaikan Selamat Hari Raya Waisak kepada umat Buddha. Dia pun menilai, tema yang diangkat dalam perayaan Waisak kali ini dapat mempererat tali persaudaraan antarumat beragama di Indonesia di tengah pandemi Covid-19.

Tema besar Waisak 2021 tahun ini adalah Waisak Membangkitkan Semangat Persatuan untuk Indonesia Maju dan subtema Dengan Semangat Waisak Gunakan Hati Berbuat Kebajikan.

"Kebajikan merupakan ajaran dan ajakan bahkan perintah dari semua agama kepada seluruh pemeluknya dan harus selalu diamalkan kepada sesama manusia," kat Ma'ruf Amin melalui video daring disiarkan Biro Humas Sekretariat Wakil Presiden.

Menurut Ma'ruf, berbuat kebajikan terhadap sesama adalah sebuah keharusan. Terlebih di saat pandemi di mana setiap individu didorong untuk saling bergotong royong mengentaskan Covid-19.

"Terlebih dalam situasi sulit seperti sekarang ini, kebajikan merupakan kekuatan kita untuk melewati segala ujian dan kesulitan," kata dia.

Ma'ruf mengatakan, kebajikan adalah sikap untuk saling membantu, menyemangati dan mendukung antarumat manusia tanpa memandang perbedaan suku, agama, dan status sosialnya.

"Saya mengapresiasi berbagai kegiatan kebajikan yang digagas dan dilaksanakan umat Buddha Indonesia yang terpancar dalam berbagai kegiatan sosial terutama dalam masa pandemi saat ini," kata dia.

Meski perayaan Hari Raya Waisak 2021 digelar di tengah pandemi Covid-19, Ma'ruf percaya, momentum ini tidak mengurangi esensi para pemeluk agama Buddha untuk tetap khusuk dan bermunajat melawan pandemi.

"Kiranya Tuhan yang Maha Esa membukakan jalan bagi kita semua untuk berbuat kebajikan sehingga persatuan nasional untuk Indonesia maju dan bangkit dalam melawan pandemi ini akan terwujud," tandas Ma'ruf Amin.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Presiden Jokowi

jokowi
Perbesar
Presiden Jokowi saat memberi pernyataan terkait KPK di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/5/2021). (Biro Pers Media Istana)

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan selamat Hari Raya Trisuci Waisak bagi umat Buddha yang merayakannya. Perayaan kali ini adalah tahun kedua di tengah pandemi Covid-19.

"Untuk saudara-saudaraku umat Buddha, Tri Suci Waisak pada hari ini tiba saat dunia masih dicengkeram pandemi," kata Jokowi seperti dikutip dari akun Instagram pribadinya @jokowi.

"Kita semua percaya, selalu akan ada cahaya terang sesudah kegelapan, selalu ada kemudahan yang datang setelah kesulitan," harap Jokowi.

Dia juga mendoakan, agar seluruh umat manusia bisa berjalan bersama dalam damai dan tenang pada perayaan Hari Raya Waisak ini.

"Semoga kedamaian dan ketenangan senantiasa bersama kita semua," tandas Jokowi.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya