Wagub DKI: Atasi Banjir di Jakarta Tak Mudah, Perlu Waktu

Oleh Ika Defianti pada 25 Mei 2021, 17:19 WIB
Diperbarui 25 Mei 2021, 17:19 WIB
Lapangan Banteng Terendam Banjir
Perbesar
Pengendara motor melintas di antara mobil yang terjebak kemacetan saat banjir di Jalan Lapangan Banteng Utara, Jakarta, Kamis (15/2). Hujan deras yang mengguyur dan buruknya drainase menyebabkan kawasan tersebut banjir (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

 

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan bila untuk mengatasi banjir di Ibu Kota tidak mudah. Kata dia, diperlukan proses dan waktu untuk mengatasi hal tersebut.

"Memang mengatasi banjir itu tidak semudah membalikkan tangan. Perlu waktu, perlu proses, perlu pembiayaan," kata Riza di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (25/5/2021).

Riza mengakui jika genangan seringkali muncul saat hujan deras di sejumlah titik di Jakarta. Kendati begitu, dia menyatakan genangan itu cepat surut.

"Kita lihat banjir kemarin kan cuma satu hari selesai. Genangan turun cepat," jelas Riza.

Sebelumnya, Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, M Insaf menyatakan ada 14 RT di Ibu Kota yang terendam banjir akibat hujan deras dan luapan Sungai Ciliwung.

Insaf menyatakan jumlah tersebut tersebar di dua wilayah kota administrasi yakni Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.

"Data hingga pukul 06.00 WIB informasi genangan saat ini ada 14 RT atau 0,046 persen dari 30.470 RT tergenang," kata Insaf dalam keterangan tertulis, Selasa (25/5/2021).

 

3 RT di Jaktim Tergenang

Lanjut dia, untuk wilayah Jakarta Timur terdapat 3 RT yang tergenang. Yakni di Kelurahan Kampung Melayu dengan ketinggian 70 sampai 90 centimeter.

"Dengan jumlah 3 RT penyebab luapan Kali Ciliwung," ucapnya.

Kemudian untuk Jakarta Selatan terdapat 11 RT yang tergenang. Yakni di Kelurahan Jatipadang dengan ketinggian 40 centimeter.

"Penyebab genangan di Jakarta Selatan karena curah hujan tinggi," ujar dia.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓