Jokowi Ungkap Sulitnya Distribusi Vaksin Covid-19 di Kepulauan Riau

Oleh Lizsa Egeham pada 19 Mei 2021, 17:24 WIB
Diperbarui 19 Mei 2021, 17:24 WIB
Potret Seniman Suntik Vaksin COVID-19
Perbesar
Nicholas Saputra lakukan vaksinasi Covid-19 yang ditinjau langsung oleh Jokowi. (Instagram/@kemdikbud.ri)

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengungkapkan kendala mendistribusikan vaksin Covid-19 di Kepulauan Riau. Pasalnya, Kepulauan Riau merupakan provinsi yang terdiri dari beberapa pulau dimana jarak tempuhnya cukup jauh.

"Memang problemnya di sini adalah distribusi vaksin yang harus masuk karena ini adalah provinsi kepulauan, masuk ke pulau-pulau yang jaraknya memang tidak gampang dan sangat jauh," ujar Jokowi usai menijau vaksinasi Covid-19 massal di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Rabu (19/5/2021).

"Misalnya, dari sini ke Natuna, dari sini ke Anambas, bukan jarak yang dekat," sambungnya.

Kendati begitu, dia menilai manajemen distribusi vaksin Covid-19 sudah berjalan dengan baik. Jokowi pun meminta Gubernur Kepulauan Riau segera berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan apabila stok vaksin sudah habis.

"Saya tadi sampaikan ke Pak Gubernur, habis vaksin segera telepon ke Menteri Kesehatan agar suplai-nya terus dan sekali lagi, bisa menghentikan penularan Covid-19 di Provinsi Kepulauan Riau," katanya.

Adapun vaksinasi Covid-19 massal dilakukan di 67 titik lokasi di Provinsi Kepulauan Riau. Setidaknya, ada 15.500 masyarakat yang mengikuti program vaksinasi massal tersebut.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Membentuk Herd Immunity

Jokowi berharap program vaksinasi massal dapat segera membentuk herd immunity atau kekebalan komunal. Dengan begitu, angka penularan virus corona di Kepulauan Riau dapat ditekan.

"Kita harapkan juga segera tercapai herd immunity, tercapai kekebalan komunal dan penularan covid bisa kita hentikan, kita kurangi, kita cegah secepat-cepatnya," ujar Jokowi.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓