Menko Polhukam Janji Kejar Kelompok MIT yang Bunuh Petani di Poso

Oleh Delvira Hutabarat pada 19 Mei 2021, 16:45 WIB
Diperbarui 19 Mei 2021, 16:45 WIB
Jokowi Beri Arahan di Rakornas Karhutla 2020
Perbesar
Menko Polhukam Mahfud Md memberikan paparan kepada para peserta Rapat Koordinasi Nasional Kebakaran Hutan dan Lahan 2020 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/2/2020). Mahfud Md mengklaim luas kebakaran hutan pada 2019 berkurang hingga 1,5 juta hektare dibanding pada 2015. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah mengutuk keras tewasnya empat petani di Poso, Sulawesi Tengah oleh kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pada 11 Mei 2021. Menko Polhukam Mahfud Md menyatakan pemerintah akan terus mengawal dan mencermati kondisi keamanan di Poso.

"Terkait pembunuhan terhadap 4 orang petani dan aksi kekerasan lain oleh kelompok teroris Poso, pemerintah mengutuk keras tindakan tersebut," kata Mahfud pada wartawan, Rabu (19/5/2021).

Mahfud menyatakan telah memerintahkan aparat untuk meningkatkan pengamanan dan mengejar para pelaku teror di Poso. "Meminta aparat keamanan dan aparat penegak hukum untuk meningkatkan pengamanan dan pengejaran terhadap kelompok teroris di wilayah itu," ujarnya.

Ia lantas membeberkan tiga aksi terakhir yang dilakukan kelompok teroris MIT pimpinan Ali Kalora. Pertama, pada 1 Maret 2021, kontak tembak antara aparat keamanan dan kelompok teroris MIT di Desa Maros, Kecamatan Pesisir, Poso yang mengakibatkan dua teroris tewas.

Kedua, pada 3 Maret 2021 kontak tembak antara aparat keamanan dan kelompok teroris MIT kembali terjadi dan mengakibatkan 1 personel Brimob gugur.

Ketiga pada 11 Mei 2021, kelompok teroris MIT membunuh secara sadis 4 petani di Desa Kalimago, Kecamatan Lore Timur, Poso.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kejar Kelompok Teroris

Saat ini, Mahfud memastikan pemerintah akan memburu dan menghabisi kelompok teroris, baik di Poso maupun Papua. Saat ini, ia mengklaim para teroris semakin terdesak.

"Ini menunjukkan bahwa kelompok tersebut sudah mulai semakin terdesak oleh operasi pengejaran pemerintah, dan sekali lagi ini pengejaran untuk menyelamatkan rakyat," ucapnya.

Untuk di Papua, Mahfud membberkan peristiwa kontak senjata antara kelompok teroris dengan TNI-Polri yang terjadi belakangan. Diantaranya terjadi pada tanggal 27 April, 13 Mei, 16 Mei, 18 Mei.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓