Penjelasan Kemenhub soal Kabar 170 Warga Negara China Tiba di Indonesia

Oleh Yopi MakdoriDelvira Hutabarat pada 17 Mei 2021, 15:05 WIB
Diperbarui 17 Mei 2021, 15:05 WIB
Protokol Kenormalan Baru di Bandara Soetta
Perbesar
Suasana Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (10/6/2020). PT Angkasa Pura II selaku pengelola juga menerapkan prosedur physical distancing. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Beredar di Instagram sebuah video yang dinarasikan 170 warga negara China tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) menggunakan pesawat carter.

Hal itu tentu saja bertolak belakang dengan aturan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang telah menghentikan penggunaan pesawat carter untuk mengangkut tenaga kerja asing (TKA) dari luar negeri.

Menurut Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati mereka adalah penumpang umum dan tidak menggunakan pesawat carter.

"Yang ada adalah penumpang umum yang menggunakan pesawat reguler dari luar negeri, yang sudah mengikuti ketentuan imigrasi dan protokol kesehatan," kata Adita saat dikonfirmasi Liputan6.com, Senin (17/5/2021).

Ia menerangkan, penumpang pesawat itu belum tentu seluruhnya warga negara China, tetapi bisa saja terdapat warga negara Indonesia (WNI).

"Penumpang pesawat ini bisa WNI seperti pekerja migran atau pelajar, diplomat, akademisi dan lain-lain," kata Adita.

Adita mengingatkan, pihaknya telah menghentikan penggunaan pesawat carter untuk mengangkut TKA ke Tanah Air sejak 5 Mei lalu.

"Pesawat carter yang membawa TKA dari luar negeri sudah dihentikan sejak 5 Mei 2021," tegas Adita.

Sebelumnya, dalam unggahan akun Instagram @warung_jurnalis disebutkan bahwa sebanyak 170 warga negara China tiba di Bandara Soekarno-Hatta. Mereka tiba di Tanah Air disebut menggunakan pesawat Carter dari Ghuangzho, China.

"Ratusan Warga Negara Cina tiba di bandara Soeta dengam pesawat carter China Southern CZ387 Sabtu (15/05/21) pagi .Warga asal China ini tampak mencolok diantara penumpang lainya.Karena mengenakan baju Hazmat lengkap warna putih.Para penumpang ini haru menjalani pemeriksaan ketat baik keimigrasian maupun pemeriksaan kesehatan di bandara Soekarno Hatta," tulis akun tersebut.

"Berdasarkan manifest terdapat 170 penumpang asal China diantaranya 158 warga negara China dan 12 orang warga negara Indonesia," sambungnya.

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 4 halaman

Dipertanyakan DPR

Pekan Terakhir Jelang Lebaran, Bandara Soetta Mulai Dipadati Pemudik
Perbesar
Antrean calon penumpang tampak memadati terminal 1B di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, Banten, Jakarta (9/6). H-6 jelang lebaran, pada rekap penumpang kemarin, 8 Juni 2018, baik kedatangan dan keberangkatan mencapai 206.335.(Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sementara itu, anggota DPR mempertanyakan pemberian izin warga negara Tiongkok masuk ke Indonesia di tengah larangan mudik.

Anggota Komisi IX DPR Saleh Daulay menyayangkan WNA itu datang untuk bekerja. menurutnya banyak masyarakat Indonesia yang terdampak PHK karena pandemi.

"Apa sih, jenis pekerjaan yang mesti membutuhkan TKA China? Kementerian Tenaga Kerja perlu terbuka terkait masalah ini," kata Saleh pada wartawan, Senin (17/5/2021).

Saleh menyebut alasan Kemenhub terkait kedatangan TKA juga tidak tepat. Ia menegaskan masalah bukan pada jenis pesawat yang mereka pakai, tetapi alasan TKA asal Tiongkok masih terusdiperbolehkan masuk.

"Mau pakai pesawat reguler, pesawat carter, atau pesawat pribadi sekalipun tetap dipertanyakan masyarakat. Sebab, masyarakat berharap agar kedatangan TKA asal China ini dihentikan terlebih dahulu. Jika nanti pandemi ini telah berlalu, baru dipikirkan lagi. Adapun pekerjaan yang mungkin perlu dilanjutkan, bisa saja diberikan kepada pekerja lokal. Saya yakin, pekerja WNI bisa mengerjakannya," ungkap dia.

Politikus PAN itu menyayangkan protes dan penolakan masyarakat seakan tidak didengar oleh pemerintah.

"Semakin ditolak, malah semakin banyak yang datang. Bahkan, sekali penerbangan bisa membawa ratusan rombongan," ucap Saleh.

"Menurut saya, perlu dikalkulasi untung rugi menggunakan TKA ini di Indonesia. Sebab, sejauh ini, saya belum pernah mendengar bahwa kedatangan mereka meningkatkan pemasukan negara. Setidaknya, saya belum pernah membaca laporan bahwa mereka berkontribusi dalam meningkatkan APBN," sambung dia.

Saleh meminta pemerintah segera menghentikan kedatangan TKA Tiongkok.

"Kalau kontribusinya tidak signifikan, ya dihentikan aja dulu sementara. Ini demi keamanan warga masyarakat. Apalagi, belakangan ini peningkatan jumlah yang terpapar covid-19 semakin tinggi," tandas Saleh.

3 dari 4 halaman

Negara Pertama Suntik Vaksin Covid-19, Inggris atau China?

Infografis Negara Pertama Suntik Vaksin Covid-19, Inggris atau China? (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Negara Pertama Suntik Vaksin Covid-19, Inggris atau China? (Liputan6.com/Trieyasni)
4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓